IMG-20260104-WA0005

Sempat Ricuh, Saat Rekapitulasi Suara Pemilu di Cempaga Hulu. Ini Penyebabnya !

FOTO: Situasi di lokasi usai ketegangan saat rekapitulasi TPS di samping rumah jabatan camat Cempaga Hulu.

SAMPIT, KBCProses rekapitulasi hasil pemungutan suara di Kecamatan Cempaga Hulu diduga mengalami kericuhan atau ketegangan saat tahap rekapitulasi suara partai politik dan calon legislatif.

Menurut informasi yang dihimpun bahwa, kericuhan ini terjadi saat rapat pleno atau Rekapitulasi tingkat Kecamatan Tps 02 Desa Sungai Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ketegangan itu diduga terjadi antara dua saksi Caleg dan anggota PPK Kecamatan.

Seorang warga setempat, Zikri, mengungkapkan bahwa informasi tentang keributan ini tersebar luas di wilayah tersebut. Namun, alasan pasti dari keributan tersebut masih belum jelas.

“Memang ada keributan saat rapat pleno terbuka. Tidak tahu juga ributnya karena apa,” ujar Zikri pada Selasa, 10 Februari 2024.

Diduga peristiwa itu terjadi pada Senin, 19 Februari 2024 sekitar pukul 21.40 wib. Sehingga anggota Polres Kotawaringin Timur (Kotim) diduga ikut dikerahkan ke lokasi rapat pleno terbuka yang diselenggarakan di samping rumah jabatan Camat Cempaga Hulu.

Sementara itu Camat Cempaga Hulu, Gusti Mufaki, menyatakan bahwa untuk sekarang situasi sudah kondusif, walaupun sempat ada ketegangan.

“Ketegangan aja ding, namun sekarang sudah aman. TPS 02 Sungai Ubar Mandiri (saat rekapitulasi),” ucap Gusti saat dikonfirmasi wartawan ini. Selasa, 20 Februari 2024.

Sedangkan Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kotim, Muhammad Natsir, juga belum memberikan keterangan terkait kericuhan yang terjadi.

“Dikors sampai pagi besok. Saya tidak tahu detailnya. Yang tahu anggota KPU (Kotim), Pak Pendi yang kesana,” jawabnya.

Sebelumnya, Bupati Kotim, Halikinnor, telah memberikan arahan kepada seluruh peserta pemilu untuk menjaga kondusifitas, terutama saat tahapan rekapitulasi suara yang dianggap rawan terjadinya keributan.

“Tahapan rekapitulasi adalah tahapan yang krusial dan rawan keributan. Semoga bisa diselesaikan dalam waktu 10 hari. Mari sama-sama kita jaga pesta demokrasi ini, tunjukkan jika seluruh peserta pemilu di Kotim sudah cerdas berdemokrasi,” ucapnya saat memantau rekapitulasi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang kemarin.

Hingga saat ini, kronologis dan penyebab pasti dari kericuhan tersebut masih belum diketahui. Aparat kepolisian juga belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. // (KBC/MG1)

pesona haka kalibata