SAMPIT — Komitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berintegritas terus diperkuat SDN 4 Ketapang. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah mendaftarkan seluruh kantin sekolah untuk memperoleh sertifikasi halal, sebagai bagian dari kesiapan menyambut kebijakan Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.
Ketua Adiwiyata SDN 4 Ketapang, Asykuriah, S.Pd., menyampaikan bahwa di lingkungan sekolah terdapat enam kantin aktif yang melayani kebutuhan siswa setiap hari. Bahan bangunan kantin tersebut, lanjutnya, merupakan hasil dukungan dari Griya Samudra, yang telah memberikan bantuan dua tahun lalu dan kini berkembang menjadi sarana penunjang kesehatan warga sekolah.
Tak hanya berfokus pada pemenuhan standar halal, SDN 4 Ketapang juga menghadirkan inovasi Si Sehati (Sistem Sehat Kantin Terintegrasi), sebuah program yang diinisiasi oleh Asykuriah. Inovasi ini menjadi kerangka pengelolaan kantin yang menyatukan aspek kesehatan, kebersihan, keamanan pangan, serta edukasi karakter siswa dalam satu sistem yang terintegrasi.
Program Si Sehati dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Griya Samudra, Puskesmas Ketapang II, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur. Melalui sinergi ini, pengawasan kualitas makanan, edukasi gizi, hingga pembinaan pengelola kantin dilakukan secara berkelanjutan dan terarah.
“Langkah ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan bagian dari ikhtiar kami menanamkan nilai kejujuran, kebersihan, dan tanggung jawab sejak dini. Kantin bukan hanya tempat bertransaksi, tetapi ruang edukasi karakter bagi peserta didik,” ujar Asykuriah.
Ia juga menegaskan bahwa proses sertifikasi halal ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan standar pengelolaan kantin, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan yang higienis dan sesuai syariat, yang selaras dengan implementasi Si Sehati di lingkungan sekolah.
Dari pihak Lembaga Halal Center Al Falah Kalimantan Tengah, Agus Antony, S.Kom., bersama Kusnadi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menyambut kebijakan nasional Wajib Halal Oktober 2026. Mereka mengajak seluruh pengelola kantin di sekolah maupun perguruan tinggi di Sampit untuk segera mendaftarkan usahanya guna memperoleh pendampingan sertifikasi halal.
“Pendampingan ini bukan hanya administratif, tetapi juga edukatif. Kami ingin memastikan setiap kantin memahami pentingnya jaminan halal sebagai bentuk perlindungan konsumen sekaligus peningkatan kualitas usaha,” jelas Agus Antony.
Di Kota Sampit, sejumlah sekolah telah lebih dulu terfasilitasi sertifikasi halal, di antaranya MIN Kotim, SDN 5 Ketapang, SMPN 4 Sampit, SMPN 3 Sampit, SMK Muhammadiyah, serta SMKN 2 dan SMKN 3. Sementara itu, beberapa sekolah lain yang tengah berproses antara lain SMAN 1, SMAN 2, MAN Kotim, SMPN 1, dan kini SDN 4 Ketapang.
Menutup pernyataannya, Asykuriah menyampaikan harapan besar atas langkah yang tengah ditempuh ini.
“Melalui Si Sehati dan sertifikasi halal, kami berharap ini tidak hanya menjadi label formal, tetapi menjadi budaya yang mengakar—menghadirkan kantin yang bersih, sehat, dan terpercaya, sekaligus membentuk generasi yang sadar akan pentingnya konsumsi yang baik dan bertanggung jawab,” tutupnya.//














