SERUYAN, – Buntut permasalahan yang belum tuntas beberapa waktu yang telah lalu ratusan warga Seruyan, Kalimantan Tengah, menuntut plasma sawit di PT Bangun Jaya Alam Permai (BJAP) hingga sempat terjadi korban jiwa pada tahun 2023.
Namun sejak Senin, 6 Agustus 2024 bentrok kembali terjadi, sejumlah masyarakat Seruyan tersebut kembali melakukan aksi demo menutut plasma kepada PT BJAP yang sampai saat ini belum juga teralisasi.
Dikonfrimasi Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim guna melakukan pengamanan dan penyelidikan adanya aksi demo yang terjadi di PT BJAP 3 baru-baru ini.
“Berkaitan dengan perkara di atas tim gabungan Polda dan polres sedang melakukan penyelidikan, dan nanti apabila ditemukan adanya tindak pidana, Polda Kalteng akan tegas melakukan proses penindakan terhadap para pelaku nantinya. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan adanya berita hoax sehingga masyarakat tidak mudah melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri bahkan merugikan masyarakat lainnya dan mengganggu sitkamtibmas. Oleh sebab itu kami mendorong untuk mengoptimalkan Satgas PKS (Penanganan Konflik Sosial) sehingga perlunya kerja sama seluruh stakeholder dalam menangani setiap persoalan di wilayahnya.” kata Kabid Humas Polda kalimantan Tengah, Kombes Pol Erlan Munaji melalui via whatsappnya.
Sementara dari informasi yang dihimpun wartawan, konflik di Kabupaten Seruyan antara PT BJAP dan warga Seruyan tejadi sejak senin, (6/8) kemaren sejumlah warga yang sebelumnya pada tahun 2023 lalu yang juga melakukan aksi demo menurut pola kemitraan kepada perusahan kembali turun ke lapangan.
Mereka mendesak PT BJAP segera merealisasikan plasma kepada masyarakat namun aksi tersebut memanas, sejumlah petugas dari kepolisian merapatkan barisan dan memblokade jalan masa yang ingin masuk mendatangi menejeman PT BJAP mempertanyakan tuntutan mereka yang sebelumnya kapan akan teralisasi.
Namun sangat disayangkan justru masyarakat terlibat bentrok hingga anggota yang berjaga-jaga mengeluarkan tembakan gas air mata sehingga masa yang ingin menerobos masuk ke kantor PT BJAP berhasil dibubarkan sementara.
Dan ratusan masa kembali datang dan membakar mes perusahan akibatnya salah satu warga dikabarkan mengalami luka tembakan dibagian kaki pada Rabu, (7/8) sejak pukul 18.00 WIB. // (KBC/003)
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














