SAMPIT – Gedung Serbaguna Sampit menjadi saksi bisu perhelatan agung perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 diKabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (17/12). Di balik kemeriahan yang dihadiri oleh seluruh elemen organisasi wanita se-Kabupaten Kotim, sebuah persembahan seni tari kontemporer berhasil mencuri perhatian dan memberikan warna baru dalam pelestarian budaya lokal.
Berbeda dari penampilan tari tradisional pada umumnya, DWP Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim menghadirkan sebuah narasi visual melalui Tari Daerah Kontemporer. Pertunjukan ini bukan sekadar gerak tubuh, melainkan perpaduan apik antara unsur teaterikal, alur cerita yang kuat, serta improvisasi yang dinamis.

Langkah berani ini diambil untuk membuktikan bahwa seni daerah tidak harus statis. Di tengah dominasi tren modern di kalangan generasi muda, ibu-ibu DWP Dishub menunjukkan bahwa eksistensi budaya lokal tetap bisa bergema dengan kemasan yang segar dan relevan tanpa kehilangan jati dirinya.
Di balik layar, perjuangan tim DWP Dishub menyimpan cerita inspiratif. Dengan latar belakang anggota yang merupakan karyawati aktif sekaligus para ibu rumah tangga yang memiliki mobilitas tinggi, proses persiapan dilakukan secara intensif hanya dalam lima kali pertemuan.
“Saya merasa sangat puas melihat hasil kerja keras rekan-rekan tim. Meskipun dengan waktu persiapan yang sangat singkat, dedikasi mereka luar biasa,” ujar Ny. Nia Raihansyah, Ketua DWP Dinas Perhubungan Kab. Kotim.
Dia yang juga merupakan sosok seniman berpengalaman sejak tahun 1995, menambahkan bahwa kesempatan ini adalah momentum berharga untuk memperkaya aset seni budaya di Bumi Habaring Hurung.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh sentral dari berbagai lapisan, mulai dari:
Ketua DWP OPD se-Kabupaten Kotim.
Ketua DWP Kecamatan se-Kotim.
Unsur Organisasi Lintas Vertikal dan organisasi Forkopimda serta seluruh
Anggota DWP sebagai peserta seminar dan acara puncak perayaan.
Melalui momentum HUT ke-26 ini, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai pendamping aparatur negara, melainkan juga sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah budaya daerah di tengah arus perubahan zaman.//














