JEMPOL INDAH, Inovasi Jemput Bola BAPPERIDA Kotim Perkuat Budaya Inovasi Daerah

FOTO - Jemput bola ke Dinas Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur.

SAMPIT – Upaya meningkatkan daya saing daerah tidak dapat dilepaskan dari lahirnya inovasi yang berkelanjutan di setiap sektor pemerintahan. Menjawab tantangan tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Kotawaringin Timur menghadirkan inovasi JEMPOL INDAH (Jemput Bola Inovasi Daerah) sebagai strategi pembinaan inovasi yang lebih proaktif, sistematis, dan berkelanjutan.

Inovasi yang digagas oleh Sri Mardiyanti, S.Hut. ini lahir dari kebutuhan untuk mengatasi berbagai kendala dalam pengembangan inovasi daerah, seperti masih rendahnya pemahaman perangkat daerah dalam menyusun dan melaporkan inovasi, belum meratanya pendampingan teknis, lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, serta pola pembinaan yang selama ini masih bersifat pasif.

Kondisi tersebut menyebabkan banyak inovasi yang telah diterapkan di lapangan belum terdokumentasi dengan baik maupun dilaporkan ke dalam sistem Indeks Inovasi Daerah (IID). Padahal, inovasi yang teridentifikasi dan terdokumentasi secara optimal menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus daya saing daerah.

Melalui JEMPOL INDAH, BAPPERIDA mengubah paradigma pembinaan inovasi dari menunggu menjadi menjemput. Tim inovasi melakukan kunjungan langsung ke perangkat daerah untuk mengidentifikasi berbagai potensi inovasi, memberikan pendampingan penyusunan dokumen, memfasilitasi pelaporan ke sistem IID, hingga melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkesinambungan.

Pendekatan jemput bola tersebut tidak hanya mempermudah perangkat daerah dalam mengembangkan inovasi, tetapi juga memastikan setiap inovasi yang telah diterapkan memperoleh pendampingan yang memadai sehingga dapat terdokumentasi secara lengkap dan memenuhi standar pelaporan nasional.

Program ini bertujuan meningkatkan jumlah dan kualitas inovasi daerah, memperluas partisipasi perangkat daerah dalam pelaporan Indeks Inovasi Daerah, memperkuat kompetensi aparatur sipil negara dalam pengelolaan inovasi, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Implementasi JEMPOL INDAH juga memberikan berbagai manfaat strategis. Selain meningkatkan kualitas penyusunan dokumen inovasi melalui pendampingan langsung, program ini memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menumbuhkan budaya inovasi yang berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Inovator JEMPOL INDAH, Sri Mardiyanti, S.Hut., mengatakan bahwa inovasi ini merupakan wujud perubahan paradigma pembinaan inovasi daerah yang tidak lagi menunggu perangkat daerah datang untuk berkonsultasi, tetapi justru menghadirkan pendampingan secara langsung ke lapangan.

“Inovasi tidak akan tumbuh secara optimal apabila hanya menunggu untuk ditemukan. Melalui JEMPOL INDAH, kami memilih hadir, mendengar, mendampingi, dan menguatkan setiap perangkat daerah agar setiap gagasan yang lahir dapat berkembang menjadi inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pendekatan jemput bola ini merupakan komitmen BAPPERIDA untuk membangun budaya inovasi yang kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pelayanan publik serta daya saing Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setiap perangkat daerah sejatinya memiliki potensi inovasi. Yang dibutuhkan adalah ruang kolaborasi, pendampingan yang berkesinambungan, serta komitmen bersama agar inovasi tidak berhenti sebagai praktik baik di lapangan, tetapi terdokumentasi, terukur, dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Inovasi Daerah.

Dengan pendekatan yang lebih aktif, terintegrasi, dan tepat sasaran, JEMPOL INDAH menjadi salah satu langkah nyata BAPPERIDA Kabupaten Kotawaringin Timur dalam membangun ekosistem inovasi daerah yang lebih kuat. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai terobosan pelayanan publik sekaligus meningkatkan posisi Kabupaten Kotawaringin Timur dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah di tingkat nasional.//

 

pesona haka kalibata