Polemik Dana Hibah KONI Kotim, Atlet Terancam Gagal Tampil di Porprov Kalteng 2026

SAMPIT – Persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah XIII Tahun 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terancam terganggu akibat belum cairnya dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.

Situasi ini memunculkan ironi di tengah persiapan atlet. Ketika para atlet seharusnya fokus menghadapi kompetisi, mereka justru dihadapkan pada persoalan administratif yang berkepanjangan.

Kisruh anggaran hibah KONI Kotim membuat pembinaan atlet berpotensi tersendat. Bukan karena kurangnya semangat olahraga, melainkan akibat persoalan pengelolaan anggaran yang belum sepenuhnya tuntas.

Jika ditarik ke belakang, publik masih mengingat kasus korupsi dana hibah KONI tahun anggaran 2021–2023 yang sempat menyeret sejumlah pihak ke ranah hukum. Penanganan perkara oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah hingga putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia menunjukkan adanya penyimpangan dalam pengelolaan organisasi pada periode tersebut.

Namun kondisi saat ini berbeda. Kepengurusan KONI yang ada tengah berupaya menata kembali organisasi di tengah berbagai keterbatasan.

Alih-alih mendapatkan dukungan penuh untuk memulihkan pembinaan olahraga, organisasi justru menghadapi kendala administratif yang membuat aktivitas pembinaan sulit berjalan maksimal.

Dalam rapat dengar pendapat di DPRD Kotawaringin Timur, persoalan yang mengemuka bukan hanya soal ketersediaan anggaran, tetapi juga mekanisme administrasi penganggaran.

Dana hibah KONI yang awalnya tercantum sebesar Rp750 juta dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) kemudian meningkat menjadi Rp3 miliar dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Perubahan angka tersebut menimbulkan pertanyaan terkait mekanisme penganggaran yang harus dipastikan sesuai prosedur.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menyatakan tidak menahan pencairan dana hibah. Namun seluruh tahapan harus mengikuti aturan hibah sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati.

Langkah tersebut dipandang sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah daerah menyusul kasus korupsi yang pernah terjadi.

Di sisi lain, proses administratif yang berlarut-larut berpotensi menimbulkan kebuntuan yang berdampak langsung pada pembinaan atlet.

Sementara itu, persiapan Porprov memiliki jadwal yang jelas. Pendaftaran cabang olahraga telah dibuka sejak Februari dan akan ditutup pada April mendatang.

Tanpa anggaran untuk melaksanakan seleksi atlet, KONI kesulitan menentukan siapa saja atlet yang akan mewakili Kotawaringin Timur dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Di balik polemik anggaran tersebut, para atlet menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Mereka berlatih setiap hari dengan harapan dapat membela nama daerah di ajang Porprov. Namun keterlambatan pencairan anggaran membuat proses seleksi dan pembinaan atlet terhambat.

Tanpa anggaran, proses seleksi tidak dapat dilaksanakan. Tanpa seleksi, tim tidak dapat dibentuk. Akibatnya, peluang atlet untuk bertanding dalam ajang Porprov bisa terancam.

Padahal para atlet tidak terlibat dalam persoalan penganggaran maupun mekanisme administrasi.

Dalam situasi ini, semua pihak diharapkan dapat menempatkan persoalan secara proporsional.

Penegakan hukum terhadap kasus korupsi masa lalu tetap harus berjalan. Namun di saat yang sama, organisasi olahraga yang sedang berupaya memperbaiki tata kelola juga perlu diberikan ruang untuk bekerja.

KONI merupakan tulang punggung pembinaan olahraga di daerah. Jika organisasi ini tidak dapat bergerak, maka ekosistem olahraga daerah juga akan ikut terdampak.

Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, Dispora, dan KONI menjadi kunci untuk menemukan solusi.

Porprov bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan bagi generasi muda daerah. Dari ajang ini lahir atlet-atlet yang berpotensi membawa nama daerah bahkan bangsa di tingkat yang lebih tinggi.

Jika polemik anggaran terus berlarut, yang dirugikan bukan hanya organisasi atau pemerintah daerah, tetapi juga masa depan olahraga di Kotawaringin Timur. //

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata