SAMPIT – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SDN 4 Ketapang tahun ajaran 2026/2027 menghadirkan nuansa berbeda. Tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, kegiatan yang digelar, Kamis (16/7/2026) di halaman SDN 4 Ketapang itu juga menjadi momentum menanamkan budaya literasi keuangan melalui sosialisasi Program Si Gembung (Siswa-Siswi Gemar Menabung).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi SDN 4 Ketapang bersama Bank Kalteng Cabang Sampit dalam membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan menabung sejak usia dini. Sosialisasi menghadirkan Rido Firliandani sebagai perwakilan Bank Kalteng yang memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sederhana kepada anak-anak sejak memasuki dunia sekolah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Sekolah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sugiman, yang memberikan dukungan terhadap upaya sekolah menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kecakapan hidup peserta didik.
Ketua Panitia MPLS Ramah SDN 4 Ketapang, Hadiyannoor, mengatakan pengenalan budaya menabung sengaja dimasukkan dalam rangkaian MPLS karena menjadi salah satu fondasi pembentukan karakter peserta didik.
“MPLS adalah gerbang awal membangun budaya sekolah. Kami ingin peserta didik mengenal sejak hari pertama bahwa menjadi pelajar tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga belajar disiplin, bertanggung jawab, serta menghargai setiap proses. Melalui Program Si Gembung, kami berharap kebiasaan menabung tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan mereka,”* ujarnya.
Guru Pengelola Program Si Gembung, Asykuriah, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan inovasi sekolah yang dirancang untuk menanamkan literasi finansial secara sederhana, menyenangkan, dan berkelanjutan melalui kemitraan dengan Bank Kalteng.
“Menabung bukan semata-mata aktivitas menyimpan uang, melainkan proses pendidikan karakter. Ketika anak belajar menyisihkan sebagian uang sakunya secara konsisten, sesungguhnya mereka sedang belajar tentang disiplin, kesabaran, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan. Nilai-nilai inilah yang ingin kami tanamkan melalui Si Gembung sebagai bekal kehidupan mereka kelak,” tuturnya.
Sementara itu, Pengawas Sekolah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sugiman, memberikan apresiasi terhadap komitmen SDN 4 Ketapang dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap pembentukan karakter peserta didik.
“Saya mengapresiasi SDN 4 Ketapang yang mampu mengintegrasikan pendidikan karakter dengan literasi keuangan melalui Program Si Gembung. Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan kecakapan hidup yang relevan. Semoga program ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya,” ungkapnya.
Perwakilan Bank Kalteng, Rido Firliandani, menegaskan komitmen Bank Kalteng untuk terus mendukung dunia pendidikan melalui penguatan literasi keuangan sejak usia dini.
“Kami percaya bahwa kebiasaan menabung merupakan investasi karakter. Anak-anak yang terbiasa mengelola uang dengan bijak akan tumbuh menjadi generasi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, Bank Kalteng menyambut baik sinergi dengan SDN 4 Ketapang melalui Program Si Gembung sebagai bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan literasi keuangan di lingkungan sekolah,” katanya.
Antusiasme peserta didik baru tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti sesi edukasi dan mengenal manfaat menabung melalui penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif.
Program Si Gembung sendiri telah menjadi salah satu inovasi unggulan SDN 4 Ketapang dalam bidang pendidikan karakter dan literasi keuangan. Melalui sinergi yang berkelanjutan bersama Bank Kalteng, sekolah berharap mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, budaya hidup hemat, serta kecakapan mengelola keuangan sejak usia dini.//














