POPTI Kotim Hadirkan Keajaiban dan Kepedulian, Dari Panggung Sulap Menuju Harapan Gemilang

FOTO - Suasana foto bersama saat memperingati Hari Talasemia Sedunia di Gedung Swalayan UMKM Sampit.

SAMPIT – Tawa riang, sorak kagum, dan senyum bahagia menghiasi wajah puluhan penyandang talasemia saat Persatuanl Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperingati Hari Talasemia Sedunia melalui sebuah kegiatan penuh makna di Gedung Swalayan UMKM Sampit, Jumat (26/6/2026).

Mengusung tema Tidak Lagi Tersembunyi, Menemukan yang Belum Terdiagnosis, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap talasemia sekaligus memperkuat dukungan bagi para penyandang penyakit genetik yang memerlukan transfusi darah secara rutin.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penasehat POPTI Kabupaten Kotawaringin Timur, Ketua PMI Kabupaten Kotawaringin Timur, perwakilan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Sekretaris Kelurahan Mentawa Baru Hulu Nia Pitriani, serta mahasiswa Universitas Darwan Ali yang turut memberikan dukungan moral dan semangat kepada para penyandang talasemia beserta keluarga mereka.

Suasana semakin semarak dengan penampilan berbagai bakat dari anak-anak penyandang talasemia, mulai dari bernyanyi hingga menari. Namun, perhatian peserta tertuju pada penampilan pesulap muda berbakat, Hafidz asal Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Dengan atraksi yang kreatif, komunikatif, dan menghibur, Hafidz berhasil memukau para hadirin serta menghadirkan kegembiraan yang begitu berkesan bagi anak-anak.

Tepuk tangan meriah berkali-kali menggema di dalam gedung swalayan UMKM. Anak-anak terhibur tampak wajah berseri menikmati setiap pertunjukan yang disuguhkan. Panggung sulap pun menjadi simbol bahwa di tengah perjuangan yang tidak mudah, harapan dan kebahagiaan tetap dapat dihadirkan.

Ketua POPTI Kabupaten Kotawaringin Timur, Renny Septio Dewi, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang tahun ini berlangsung lebih meriah berkat dukungan berbagai pihak.

“Peringatan Hari Talasemia Sedunia bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa talasemia tidak boleh lagi tersembunyi. Tema Tidak Lagi Tersembunyi, Menemukan yang Belum Terdiagnosis mengajak kita membuka lebih banyak ruang edukasi agar masyarakat memahami pentingnya deteksi dini. Kami ingin setiap penyandang talasemia merasa dihargai, didukung, dan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berprestasi, serta meraih masa depan yang cerah. Senyum anak-anak hari ini adalah bukti bahwa dukungan dan kepedulian dapat menjadi energi luar biasa dalam perjalanan panjang mereka,” ujarnya.

Renny menjelaskan, saat ini terdapat 49 penyandang talasemia dari Kabupaten Kotawaringin Timur dan 16 pasien dari luar daerah. yang menjalani pelayanan di Sampit. Mereka secara rutin menjalani transfusi darah di RSUD dr. Murjani Sampit. Kehadiran donor darah yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kualitas hidup para penyandang talasemia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Nia Pitriani, yang memberikan apresiasi terhadap semangat kebersamaan yang dibangun POPTI.

“Saya melihat kegiatan ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menghadirkan harapan. Sulap yang ditampilkan hari ini seakan mengajarkan kepada kita bahwa di balik sesuatu yang tampak biasa, tersimpan makna yang luar biasa. Begitu pula dengan talasemia, yang sering tidak terlihat dan kurang dipahami masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita diajak untuk lebih peduli, lebih memahami, dan lebih aktif mendukung upaya deteksi dini. Semoga kolaborasi antara komunitas, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus terjalin sehingga tidak ada lagi penyandang talasemia yang merasa berjuang sendirian,” tuturnya.

Sebagai organisasi yang menaungi keluarga penyandang talasemia, POPTI Kabupaten Kotawaringin Timur terus berupaya menjadi wadah silaturahmi, edukasi, serta pendampingan psikososial bagi para pasien dan keluarganya. Sinergi antara POPTI, RSUD dr. Murjani Sampit, PMI, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta para donor darah menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi para penyandang talasemia.

Peringatan Hari Talasemia Sedunia tahun ini membuktikan bahwa kepedulian dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Dari panggung sulap yang menghadirkan keajaiban dan tawa, lahirlah pesan kemanusiaan yang mendalam bahwa talasemia tidak boleh lagi tersembunyi. Melalui edukasi, deteksi dini, dan dukungan yang berkelanjutan, harapan akan masa depan yang lebih sehat dan lebih cerah bagi para penyandang talasemia akan terus menyala.//

 

pesona haka kalibata