Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau 2026. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari peningkatan kesiapsiagaan personel, patroli pencegahan, hingga optimalisasi operasi pemadaman darat dan udara.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan pengendalian karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, baik pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun instansi terkait lainnya.
“Upaya pengendalian terus diperkuat melalui operasi darat dan udara untuk mempercepat penanganan titik api serta mencegah kebakaran meluas,” ujar Ahmad Toyib, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca yang semakin kering akibat minimnya curah hujan menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko karhutla di sejumlah wilayah. Karena itu, langkah deteksi dini dan pemadaman dini menjadi strategi utama agar kebakaran dapat segera dikendalikan.
Ahmad menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlaku hingga 31 Oktober 2026. Penetapan status tersebut menjadi dasar dalam memperkuat koordinasi, mobilisasi sumber daya, serta kesiapan seluruh unsur penanganan karhutla.
Selain melakukan pemadaman apabila terjadi kebakaran, pemerintah daerah terus mendorong upaya pencegahan melalui patroli kawasan rawan, pemantauan titik panas (hotspot), serta peningkatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Keberhasilan pengendalian karhutla sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak. Pencegahan dini dan respons cepat menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar,” kata Ahmad.
Ia menambahkan, pengalaman penanganan karhutla sebelumnya menjadi modal penting bagi Kalimantan Tengah dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Dengan koordinasi yang kuat dan kesiapan personel maupun peralatan, pemerintah optimistis dampak karhutla dapat ditekan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga Kalteng tetap aman dari ancaman kabut asap akibat karhutla.
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














