Tokoh Desa Sepayang Tolak Aksi Aliansi Adat di PT UL

Ist / Foto: Salah satu perwakilan tokoh masyarakat Desa Sepayang, Weldrek menyampaikan surat surat penolakan aksi dari masyarakat adat dan LSM ke polres Kotim

SAMPIT – Rencana aksi demonstrasi yang akan digelar oleh Aliansi Masyarakat Adat bersama sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di kawasan PT Unggul Lestari mendapat penolakan dari salah seorang tokoh masyarakat Desa Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Penolakan tersebut disampaikan Weldrek, tokoh masyarakat Desa Sepayang. Menurutnya, aksi yang direncanakan berlangsung pada 22–26 Juli 2026 itu dinilai tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat setempat dan berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi sosial maupun ekonomi warga.

Menurut Weldrek, selama beroperasi di wilayah Antang Kalang, PT Unggul Lestari telah memberikan berbagai manfaat yang dirasakan masyarakat Desa Sepayang dan wilayah sekitarnya.

“Rencana aksi demo dari Aliansi Masyarakat Adat dan LSM yang informasi nya pada tanggal 22 -26juli 2026 ini kami tolak karena justru akan merugikan masyarakat setempat. Selama ini hubungan warga dengan pihak perusahaan berjalan dengan baik dan saling menguntungkan,” tegas Weldrek.

Ia menyebut sejumlah kontribusi perusahaan yang dinilai telah memberikan manfaat bagi masyarakat, antara lain melalui program kebun kemitraan atau plasma yang membantu meningkatkan perekonomian warga, serta pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menurutnya telah berjalan secara konsisten.

Selain itu, keberadaan perusahaan juga dinilai berkontribusi terhadap pembangunan desa, baik melalui dukungan terhadap infrastruktur, fasilitas umum, sektor pendidikan, maupun penyerapan tenaga kerja lokal.

“Perusahaan telah banyak membantu membangun desa, peduli pada dunia pendidikan, dan yang paling penting adalah membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal. Banyak warga kami yang kini menggantungkan hidup dengan bekerja di sana,” tambahnya.

Weldrek juga mengimbau masyarakat Desa Sepayang agar tetap menjaga situasi yang kondusif dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

Di sisi lain, berdasarkan informasi yang diterima, Aliansi Masyarakat Adat bersama sejumlah LSM sebelumnya telah menyampaikan surat pemberitahuan rencana aksi demonstrasi yang akan dilaksanakan di PT Unggul Lestari, Desa Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan estimasi melibatkan sekitar 500 peserta.

Dalam pemberitahuan tersebut, aliansi menyampaikan sejumlah tuntutan dan tudingan terhadap perusahaan. Di antaranya terkait dugaan belum terpenuhinya realisasi kebun plasma bagi masyarakat, pelaksanaan program CSR yang dinilai masih kurang transparan, serta dugaan pencemaran lingkungan yang disebut berasal dari pabrik kelapa sawit (PKS) milik perusahaan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PT Unggul Lestari terkait tudingan yang disampaikan oleh Aliansi Masyarakat Adat dan sejumlah LSM tersebut. Prinsip keberimbangan mengharuskan ruang bagi semua pihak untuk memberikan penjelasan atas persoalan yang menjadi perhatian publik.

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata