Skill Up Gen Z, FISIP UPR dan Disbudpar Palangka Raya Dorong Promosi Wisata Air Hitam Lewat Media Sosial

Ist / Foto: Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP UPR bersama Disbudpar Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya di Tribun Pelabuhan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, Sabtu (9/5/2026).Dengan mengusung tema “Skill Up Gen Z: Promosi Destinasi Wisata Air Hitam melalui Strategi Sosial Media yang Efektif”.

Program ini bertujuan mengoptimalkan promosi digital destinasi wisata air hitam melalui sosialisasi dan literasi digital kepada masyarakat serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di sekitar kawasan wisata.

Ketua Tim Pelaksana, Edward Melio Bertho, M.Si, mengatakan sektor pariwisata di Kota Palangka Raya masih didominasi oleh wisatawan domestik. Sementara itu, kontribusi wisatawan mancanegara masih relatif terbatas meski menunjukkan potensi peningkatan pada periode tertentu.

“Pemanfaatan platform digital untuk mempromosikan potensi Wisata Air Hitam Dermaga Kereng Bangkirai masih belum optimal, padahal tingkat penetrasi internet di kalangan Generasi Z sangat tinggi. Karena itu, diperlukan penguatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi wisata yang efektif,” ujarnya.

Menurut Edward, kegiatan ini lahir dari hasil analisis situasi yang menunjukkan masih adanya kesenjangan antara potensi wisata yang dimiliki dan upaya promosi digital yang dilakukan. Padahal, media sosial memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan promosi destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya branding digital dalam mendukung pengembangan destinasi wisata dan UMKM. Materi yang diberikan menekankan pentingnya menghadirkan konten visual yang kreatif, komunikatif, dan konsisten untuk membangun daya tarik wisata di ruang digital.

Kegiatan ini diikuti masyarakat yang tinggal dan bermukim di sekitar Pelabuhan Kereng Bangkirai, yang sebagian besar berprofesi sebagai pelaku UMKM. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai materi dari narasumber yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, dan mahasiswa.

Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Martiana Winarsih, S.S., M.A., memaparkan materi mengenai pariwisata dan potensi Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai. Selanjutnya, Dosen Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP UPR, Marvy Ferdian Agusta Sahay, S.A.P., M.P.A., menyampaikan materi tentang etika digital dan pentingnya membangun branding positif di media sosial.

Sementara itu, mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara turut berbagi pengetahuan mengenai berbagai strategi optimalisasi media sosial untuk promosi wisata, termasuk pemanfaatan konten video pendek, fotografi digital, hingga teknik meningkatkan interaksi audiens melalui platform media sosial.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Masyarakat dan pelaku UMKM menyambut positif program tersebut serta menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pengembangan sektor pariwisata melalui pemanfaatan media sosial, khususnya apabila didukung dengan pendampingan yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Peserta juga mulai memahami bahwa promosi wisata saat ini tidak lagi hanya bergantung pada metode konvensional. Kemampuan membangun eksposur digital melalui konten visual yang menarik menjadi faktor penting dalam memperkenalkan destinasi wisata kepada khalayak yang lebih luas.

Tingginya penggunaan platform TikTok dan Instagram di kalangan peserta dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat citra Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai di ruang digital. Melalui konten video pendek dan visual kreatif, destinasi wisata tersebut berpotensi menjangkau lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Salah satu anggota tim pelaksana, Febriomico Griando Rasan, M.Si., berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.

“Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong terbentuknya ekosistem promosi wisata berbasis komunitas yang didampingi oleh dinas terkait dan berkolaborasi dengan akademisi FISIP Universitas Palangka Raya. Kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi dalam pengembangan sektor pariwisata daerah,” katanya Rabu, (10/6/2026).

Ia menambahkan, pengelola destinasi wisata juga memiliki peran strategis dalam membangun branding digital yang lebih terarah. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi platform seperti TikTok dan Instagram, dengan mengedepankan konten visual yang menarik, pemanfaatan tren digital, penggunaan identitas visual destinasi secara konsisten, serta kolaborasi dengan kreator konten lokal.

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, pengelola wisata, pelaku UMKM, dan masyarakat, Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai diharapkan semakin dikenal luas dan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan Kota Palangka Raya yang berdaya saing di era digital. //

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata