PALANGKA RAYA – Persoalan antara CV Cahaya Borneo dan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) akhirnya berakhir damai. Kedua pihak sepakat menyelesaikan permasalahan melalui musyawarah dan komunikasi yang difasilitasi oleh Dewan Pimpinan Pusat Forum Pemuda Dayak (DPP FORDAYAK).
Kesepakatan tersebut dicapai setelah proses dialog yang melibatkan Direktur CV Cahaya Borneo, Leles Imanuel, S.IP., serta pihak PT MTF yang diwakili oleh Rudi Purwandi selaku Area Recovery.
Penasihat Hukum CV Cahaya Borneo sekaligus perwakilan DPP FORDAYAK, Ziburahman, S.H., mengatakan bahwa penyelesaian ini menjadi bukti bahwa pendekatan musyawarah masih menjadi cara paling efektif dalam menyelesaikan persoalan antar pihak.
“Persoalan ini akhirnya dapat diselesaikan dengan baik melalui musyawarah dan komunikasi yang terbuka. Semua pihak menunjukkan itikad baik untuk mencari jalan tengah tanpa memperpanjang konflik,” kata Ziburahman, Selasa (16/6/2026).
Ia menjelaskan, proses mediasi berlangsung dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan dan penghormatan terhadap kepentingan masing-masing pihak hingga akhirnya tercapai kesepakatan bersama.
Dalam kesepakatan yang dicapai, pihak PT Mandiri Tunas Finance menyatakan kesediaannya untuk memenuhi hasil musyawarah yang telah disepakati bersama dengan CV Cahaya Borneo.
Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa persoalan dinyatakan selesai secara damai dan tidak akan dilanjutkan ke jalur hukum, baik pidana, perdata, maupun mekanisme lainnya.
“Para pihak sudah sepakat bahwa tidak ada lagi tuntutan lanjutan. Ini adalah penyelesaian akhir yang disepakati bersama dalam forum musyawarah,” ujar Ziburahman.
Ziburahman menilai, penyelesaian ini menjadi contoh bahwa konflik dalam dunia usaha dapat diselesaikan tanpa harus melalui proses panjang di pengadilan, selama semua pihak membuka ruang dialog.
“Ini membuktikan bahwa komunikasi yang baik, keterbukaan, dan semangat kekeluargaan tetap menjadi kunci dalam menyelesaikan perbedaan. Tidak semua persoalan harus berakhir di meja hijau,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan baik antara kedua pihak ke depan, sekaligus mendorong terciptanya iklim usaha yang lebih sehat dan kondusif.
Lebih lanjut, Ziburahman menyebut penyelesaian damai ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha maupun masyarakat luas agar mengutamakan musyawarah dalam menghadapi persoalan.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dan musyawarah adalah jalan yang paling bijaksana jika semua pihak mau duduk bersama,” ujarnya. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














