Agenda Reses di Bogor, STS Dengarkan Keluhan Warga

BOGOR – Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso (STS), melangsungkan kegiatan reses bersama masyarakat pada Rabu, 20 Mei 2026. Agenda turun gelanggang ini dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyerap aspirasi serta mendengarkan langsung ragam permasalahan riil yang mendera warga.

Bagi STS, reses bukanlah sekadar rutinitas formalitas belaka.

Ia menegaskan bahwa momentum ini adalah wujud kewajiban wakil rakyat untuk memetakan kondisi lapangan yang kelak akan diperjuangkan lewat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.

“Reses bukan hanya agenda formal, tetapi momentum untuk mendengar langsung persoalan masyarakat agar bisa diperjuangkan melalui kebijakan yang tepat,” paparnya.

Polemik Penahanan Ijazah dan Pajak Progresif

Dalam dialog tersebut, STS memberikan atensi khusus pada dua permasalahan utama.

Pertama, maraknya kasus penahanan ijazah siswa sekolah. Ia mengecam keras praktik ini karena ijazah merupakan hak mutlak pelajar. Menahannya sama dengan mematikan langkah anak bangsa untuk melamar pekerjaan atau menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

Kedua, STS menyoroti fenomena warga yang meminjamkan data identitas (KTP) demi membantu pihak lain membeli kendaraan bermotor. Niat baik ini justru berujung petaka. Secara administratif, warga peminjam KTP tersebut akan tercatat memiliki aset bernilai dan otomatis terkena imbas pajak progresif kendaraan.

Dampak domino dari masalah ini sangat fatal.

Warga dari kalangan akar rumput tersebut berpotensi terdepak dari kategori keluarga miskin (desil 1 sampai 5) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Ujungnya, hak mereka untuk menerima bantuan sosial penting—seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)—bisa hangus seketika.

​Merespons karut-marut ini, STS mendesak instansi pemerintah untuk membenahi sinkronisasi data administrasi agar tidak lagi mengorbankan hak rakyat kecil.

Menutup agenda resesnya, ia mengajak warga Bogor untuk terus aktif mengawal isu-isu di lapangan dan berjanji akan merumuskan kebijakan yang berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat.

pesona haka kalibata