Bangun Sinergi Penyiaran, KPID Kalteng Gelar Kunjungan Kerja ke Radio di Palangka Raya

Ist / Foto: Saat Komisioner KPID Kalteng di Kantor RRI pada Selasa, (19/5/2026).

PALANGKA RAYA — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Tengah terus memperkuat sinergi dengan lembaga penyiaran radio sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem penyiaran yang sehat, berkualitas, dan berpihak pada kepentingan publik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja KPID Kalimantan Tengah ke sejumlah lembaga penyiaran radio di Kota Palangka Raya setelah sebelumnya ke beberapa statiun TV. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menyerap aspirasi para pelaku industri penyiaran di daerah.

Ketua KPID Kalimantan Tengah, Sesa Mareki, mengatakan radio masih memegang peranan strategis di tengah derasnya arus digitalisasi media. Menurut dia, radio tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi medium informasi, pendidikan, kontrol sosial, hingga ruang pelestarian budaya lokal masyarakat Kalimantan Tengah.

“Radio memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat. Di tengah perkembangan media digital saat ini, radio tetap menjadi media yang relevan karena mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara cepat dan humanis,” kata Sesa pada Selasa, (19/5/2026).

Ia menegaskan, KPID Kalteng ingin memastikan lembaga penyiaran radio di daerah terus berkembang dengan tetap berpedoman pada regulasi penyiaran yang berlaku. Selain itu, pihaknya juga mendorong agar radio dapat memperkuat konten lokal yang mengangkat budaya dan kearifan daerah.

“Kami berharap lembaga penyiaran radio selain mengikuti regulasi penyiaran yang berlaku, juga dapat terus menayangkan siaran budaya lokal serta turut menyukseskan program Bapak Gubernur melalui Kartu Huma Betang,” ujarnya.

Menurut Sesa, penguatan konten lokal menjadi langkah penting untuk menjaga identitas budaya Kalimantan Tengah di tengah derasnya pengaruh globalisasi informasi. Radio dinilai masih memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya daerah kepada generasi muda sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, KPID Kalteng juga membuka ruang dialog bersama pengelola radio guna membahas berbagai tantangan yang dihadapi industri penyiaran saat ini. Diskusi mencakup persoalan transformasi digital, persaingan dengan media berbasis internet, penguatan kualitas sumber daya manusia penyiaran, hingga upaya menjaga kualitas program siaran agar tetap sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Selain itu, KPID Kalteng menilai penting adanya kolaborasi yang lebih erat antara regulator dan lembaga penyiaran untuk menghadirkan siaran yang sehat, edukatif, informatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan seluruh lembaga penyiaran. Dengan sinergi yang baik, dunia penyiaran di Kalimantan Tengah dapat terus tumbuh dan berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah,” tutur Sesa.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari agenda awal KPID Kalimantan Tengah periode terbaru dalam memperkuat hubungan kelembagaan dengan media penyiaran, baik radio maupun televisi. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim penyiaran yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap mengedepankan kepentingan publik dan nilai-nilai budaya lokal.

Melalui penguatan sinergi dengan insan penyiaran, KPID Kalteng optimistis media radio akan tetap menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat, membangun optimisme dan memperkuat identitas budaya Bumi Tambun Bungai. //

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata