ISTANBUL — Festival Pasar Senggol Turki (PST) 2026 mempertemukan budaya Indonesia dan Turki melalui seni, kuliner, serta produk ekonomi kreatif di Istanbul, Turki. Memasuki penyelenggaraan kelima, festival yang digagas Yayasan Senggol Kreatif Indonesia itu mengangkat tema “West Java Resonance in Türkiye” dengan Jawa Barat sebagai sorotan utama.
Festival berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, di Eyüpsultan Belediyesi Nikah Salonu ve Kültür Merkezi, Istanbul. Sekitar 2.500 orang menghadiri kegiatan yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 20.00 waktu setempat tersebut.
Pengunjung tidak hanya berasal dari warga negara Indonesia dan Turki. Festival juga dihadiri warga dari sejumlah negara, antara lain Filipina, Malaysia, Suriah, Kosovo, Mesir, Iran, Amerika Serikat, Bangladesh, Pakistan, Etiopia, Sri Lanka, Sudan, Brunei Darussalam, dan Myanmar.

Keberagaman pengunjung menjadikan Pasar Senggol Turki sebagai ruang perjumpaan lintas budaya. Seni pertunjukan, kuliner, dan produk kreatif menjadi medium yang mempertemukan masyarakat Indonesia dengan warga Turki dan komunitas internasional.
Selain menampilkan kebudayaan, festival menyediakan 46 booth tenant yang menawarkan beragam produk, kuliner, jasa, dan produk kreatif Indonesia. Para tenant berasal dari Indonesia, Jerman, serta sejumlah kota di Turki, termasuk Istanbul, Antalya, Ankara, dan Alanya.
Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan tahun ini mencatat nilai transaksi sekitar 1,1 juta Turkish Lira atau setara sekitar Rp400 juta dalam satu hari. Capaian tersebut menunjukkan adanya pasar bagi produk usaha kreatif yang dikembangkan masyarakat Indonesia di Turki.

Ketua Pelaksana Pasar Senggol Turkiye 2026, Sari Rusmiati, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat peran UMKM dan ekonomi kreatif Indonesia di Turki.
“Kegiatan ini menjadi sarana untuk mendorong ekonomi kreatif melalui pemberdayaan UMKM Indonesia di Turkiye. Penyelenggaraan Pasar Senggol tahun ini melibatkan 46 booth yang berasal dari Indonesia, Jerman, serta sejumlah kota di Turkiye, termasuk Istanbul, Antalya, Ankara, dan Alanya,” ujar Sari.
Sari juga menyampaikan apresiasi kepada KJRI Istanbul, KBRI Ankara, para tamu kehormatan, sponsor, panitia, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Pasar Senggol Turkiye untuk kelima kalinya.

Festival tersebut juga dihadiri Konsul Jenderal Republik Indonesia di Istanbul, Darianto Harsono. Ia menilai Pasar Senggol memiliki peran dalam mempererat hubungan masyarakat Indonesia di perantauan sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Turki melalui jalur kebudayaan dan ekonomi.
“Pasar Senggol menjadi jembatan bagi warga Indonesia di perantauan untuk merajut kedekatan dengan sesama, sekaligus memperkokoh peran ekonomi dan kebudayaan Indonesia di Turkiye. Berdampingan dengan perwakilan Republik Indonesia, para perantau ini turut andil mempererat kerja sama kedua negara,” kata Darianto.
Dari sisi kebudayaan, panggung utama menjadi salah satu pusat aktivitas festival. Sejumlah pertunjukan seni, termasuk tarian tradisional dan musik band, ditampilkan sepanjang acara. Pertunjukan angklung yang dibawa langsung dari Indonesia juga menjadi salah satu penampilan yang menarik perhatian pengunjung.
Pasar Senggol Turki pertama kali digelar pada 5 Juni 2022 dengan mengangkat kebudayaan Bali. Sejak itu, festival tersebut berkembang dengan menghadirkan berbagai tema budaya dan nasional serta melibatkan diaspora Indonesia, pelaku UMKM, komunitas, masyarakat lokal, dan publik internasional.
Penyelenggaraan PST 2026 menjadi bagian dari upaya Yayasan Senggol Kreatif Indonesia membangun ruang promosi kebudayaan dan ekonomi kreatif Indonesia di Turki. Festival ini juga menjadi wadah bagi diaspora Indonesia untuk memperkenalkan produk, seni, dan budaya Indonesia kepada masyarakat Turki serta komunitas internasional. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.















