SIGAP MENTAYA Antar Dr. Titik Setyowati, S.E.,M.Si Raih Prestasi Istimewa, Sabet Peringkat I PKA Angkatan II 2026

FOTO - Dr. Titik Setyowati, S.E.,M.Si saat meraih penghargaan saat mengikuti kegiatan yang diikutinya.

SAMPIT — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Dr. Titik Setyowati, S.E., M.Si Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Predikat Prestasi Istimewa sekaligus Peringkat I dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026.

Prestasi tersebut diraih dalam pelatihan yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, yang berlangsung sejak 1 April hingga 21 Agustus 2026 di Surabaya.

Keberhasilan Dr. Titik bukan sekadar capaian akademik dalam sebuah pelatihan kepemimpinan. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi birokrasi yang lahir dari kebutuhan nyata di daerah mampu tampil sebagai gagasan unggulan dan memiliki daya ungkit bagi peningkatan kualitas pelayanan publik serta perlindungan lingkungan.

Melalui aksi perubahan bertajuk SIGAP MENTAYA — Sistem Informasi Geospasial Air Permukaan Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur, Dr. Titik menghadirkan sebuah terobosan dalam pengendalian kualitas air Sungai Mentaya.

SIGAP Mentaya dirancang sebagai instrumen informasi berbasis geospasial yang memungkinkan data kualitas air permukaan Sungai Mentaya disajikan secara lebih terintegrasi, sistematis, dan mudah dipahami. Inovasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengawasan, pengendalian pencemaran, sekaligus mendukung pengambilan kebijakan lingkungan hidup yang lebih tepat sasaran.

Sungai Mentaya sendiri memiliki posisi penting bagi kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Timur. Karena itu, menjaga kualitas airnya bukan hanya persoalan teknis lingkungan, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

Ditangan kepemimpinan yang inovatif, data lingkungan tidak berhenti menjadi angka dan laporan. Data diolah menjadi informasi, informasi menjadi dasar pengambilan keputusan, dan keputusan diharapkan bermuara pada tindakan nyata.

Dr. Titik Setyowati mengatakan, SIGAP Mentaya lahir dari sebuah gagasan strategis yang visioner, sebagai respons terhadap kebutuhan untuk menghadirkan sistem pengendalian kualitas air Sungai Mentaya yang terintegrasi, berbasis data, dan mampu menjadi fondasi pengambilan kebijakan lingkungan yang lebih presisi.

“Lingkungan yang baik tidak cukup hanya dijaga dengan kepedulian, tetapi harus dikelola dengan data yang akurat, informasi yang terbuka, serta kebijakan yang tepat. SIGAP Mentaya kami hadirkan untuk menjembatani kebutuhan tersebut, sehingga kondisi kualitas air Sungai Mentaya dapat dipantau secara lebih terukur dan menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian pencemaran.” terangnya.

Menurutnya, penghargaan yang diraih bukan semata-mata keberhasilan pribadi. Predikat Prestasi Istimewa Peringkat I merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap proses inovasi tersebut.

“Peringkat I ini bukan garis akhir. Justru menjadi pengingat bahwa sebuah inovasi akan memiliki arti ketika mampu terus diimplementasikan, dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan. Saya mempersembahkan capaian ini untuk Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya dalam semangat bersama menjaga Sungai Mentaya sebagai sumber kehidupan dan aset lingkungan untuk generasi mendatang,” tuturnya.

Ia menambahkan, tantangan pengelolaan lingkungan hidup ke depan semakin kompleks. Karena itu, birokrasi dituntut tidak hanya mampu menjalankan rutinitas administratif, tetapi juga memiliki keberanian untuk melakukan perubahan.

“Pemimpin di era sekarang harus berani keluar dari zona nyaman. Kepemimpinan bukan hanya tentang bagaimana menyelesaikan pekerjaan hari ini, tetapi bagaimana menciptakan sistem yang membuat pekerjaan menjadi lebih efektif, terukur dan berkelanjutan. Bagi saya, SIGAP Mentaya adalah bagian kecil dari ikhtiar besar tersebut,” ujarnya.

Capaian Dr. Titik Setyowati sekaligus menegaskan bahwa ASN daerah memiliki kapasitas untuk melahirkan inovasi yang tidak hanya relevan bagi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu berkompetisi di tingkat yang lebih luas.

Prestasi Prestasi Istimewa Peringkat I PKA Angkatan II Tahun 2026 menjadi catatan penting bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur. Di balik penghargaan tersebut terdapat pesan kuat bahwa kualitas kepemimpinan aparatur akan semakin bernilai ketika mampu melahirkan perubahan yang konkret.

SIGAP Mentaya pun bukan sekadar nama sebuah inovasi. Ia menjadi simbol bahwa menjaga Sungai Mentaya membutuhkan kecanggihan data, keteguhan komitmen, kolaborasi, dan keberanian untuk berinovasi.

Dari Surabaya, prestasi ituy pulang ke Kotawaringin Timur membawa satu pesan: inovasi daerah mampu berbicara di panggung yang lebih luas, ketika dibangun dengan gagasan yang kuat dan dikerjakan dengan komitmen yang nyata.//

 

pesona haka kalibata