sapndukdd

Memohon Turunnya Hujan, Ribuan Warga Samuda Gelar Salat Istisqa di Lapangan Porsada

FOTO - Jamaah Sholat Istisqa saat memadati lapangan Porsada Samuda.

SAMPIT — Ketika langit belum juga menurunkan hujan, ikhtiar manusia menemukan jalannya melalui doa. Ribuan harapan dipanjatkan dari Lapangan Porsada Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (28/8/2026), saat Pemerintah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan bersama berbagai elemen masyarakat melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan yang membawa manfaat dan keberkahan.

Sejak pagi, Lapangan Porsada Samuda dipenuhi jamaah. Aparatur pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, pelajar hingga masyarakat umum menyatu dalam satu saf. Tidak ada sekat jabatan maupun latar belakang. Semuanya datang dengan tujuan yang sama: mengetuk pintu langit melalui doa.

Suasana khusyuk terasa sepanjang pelaksanaan. Rangkaian Salat Istisqa berlangsung tertib, dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama. Dalam kesunyian yang penuh penghayatan itu, lantunan istighfar dan permohonan ampun menggema, mengiringi harapan agar Allah SWT segera menganugerahkan hujan.

Salat Istisqo bukan sekadar ritual keagamaan. Di tengah kondisi kekeringan, kegiatan tersebut menjadi simbol ikhtiar spiritual sekaligus refleksi bersama. Masyarakat diajak untuk memperbanyak istighfar, meningkatkan ketakwaan, memperkuat amal kebaikan, serta menyadari pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Camat Mentaya Hilir Selatan Wahyudah, S.Ag mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa menjadi cermin kuatnya kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi alam.

“Kegiatan ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diberikan hujan yang cukup dan membawa keberkahan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijak, serta memperbanyak doa dan istighfar,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan Ustad Nanang Qosim, S.Sos.I dalam khutbahnya. Ia mengingatkan jamaah agar tidak hanya memohon hujan, tetapi juga melakukan introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memperbanyak istighfar, meningkatkan amal kebaikan, menjaga hubungan antarsesama, serta memperlakukan lingkungan dengan baik menjadi bagian penting dari ikhtiar yang harus terus dilakukan.

“Hujan yang kita harapkan bukan sekadar turunnya air dari langit, tetapi hadirnya rahmat dan keberkahan bagi kehidupan,”terangnya.

Kehadiran para pelajar turut memperlihatkan bahwa Salat Istisqa bukan hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga ruang pendidikan karakter. Para siswa belajar bahwa menghadapi persoalan lingkungan tidak cukup hanya dengan mengeluh, melainkan membutuhkan kepedulian, tindakan nyata, sekaligus ketundukan kepada Sang Pencipta.

Di lapangan Porsada Samuda, doa kemudian menjadi bahasa yang menyatukan masyarakat. Pemerintah dan warga berdiri dalam satu barisan, bersama-sama mengakui keterbatasan manusia dan menggantungkan harapan kepada Allah SWT.

Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Namun, lebih dari sekadar sebuah kegiatan keagamaan, momentum tersebut meninggalkan pesan kuat tentang persatuan, kepedulian, dan gotong royong masyarakat Mentaya Hilir Selatan.

Ada harapan agar awan segera berkumpul, tanah kembali basah, sumber air terisi, tanaman tumbuh subur, dan kehidupan kembali bergerak dalam keseimbangan.//

pesona haka kalibata