SAMPIT, KBC– Seorang karyawan berinisial O (21) asal dari Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu diduga tega membawa kabur istri bosnya berinisial S (42) yang berasal dari Palangka Raya. Diduga saat ini mereka sedang berada di Kota Sampit, setelah dilacak oleh pihak kepolisian.
“Kami dari Palangka Raya, istri saya dibawa kabur oleh seorang pria. Kemudian kami lapor ke Polsek Baamang hingga dilacak GPS di HP istri saya, dan titik terakhir ada di muara Jalan Walter Hugo, kawasan Nur Mentaya,” kata Suami S dan sekaligus bos dari O bernama Ramlan. Selasa, 19 Maret 2024.
Ramlan menceritakan bahwa istrinya berusia 42 tahun, dengan inisial S, telah menghilang selama dua hari. Ia menyadari bahwa istrinya dibawa pergi oleh seorang pria berinisial O, seorang karyawan Ramlan yang berusia sekitar 21 tahun, berasal dari Ubar Mandiri, Cempaga Hulu tersebut.
Informasi tentang keberadaan istri Ramlan diterima dari seorang teman O, yang memberitahu bahwa S bertemu dengan O di Sampit. Tanpa ragu, Ramlan bersama keluarga berangkat dari Palangka Raya menuju Sampit pada siang hari 18 Maret 2024.
“Saya dapat informasi dari teman O kalau istri saya bersama karyawan saya bertemu mereka berdua di Sampit,” bebernya.
Selama sepanjang hari, Ramlan dan keluarganya bertanya kepada warga sekitar di kawasan tersebut, berharap bisa menemukan jejak istri mereka. Namun, upaya pencarian mereka tidak membuahkan hasil hingga larut malam.
Ramlan berpesan kepada istri S agar kembali ke keluarga, sementara dia juga meminta bantuan dari masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan istri mereka.//(KBC/MG1)
















