PALANGKA RAYA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (FISIP UPR) melantik tujuh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) pada Jumat, 19 Desember 2025. Pelantikan ini menandai dimulainya kembali siklus kekuasaan dan tanggung jawab mahasiswa dalam mengelola ruang-ruang organisasi di lingkungan fakultas tersebut.
Sebanyak 195 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai pengurus Ormawa periode 2025–2026. Mereka berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP, Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMSOS), Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (HIMANE), Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMIP), Keluarga Mahasiswa Hindu (KMH) FISIP UPR, serta Christian Community of Social and Political (CCOF).
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Dekan FISIP UPR dan dihadiri jajaran wakil dekan serta ketua jurusan. Bagi pihak fakultas, Ormawa dipandang bukan sekadar pelengkap aktivitas akademik, melainkan bagian dari proses pendidikan itu sendiri.
“Organisasi mahasiswa adalah ruang belajar yang tidak bisa digantikan oleh kelas. Di sinilah mahasiswa belajar mengelola perbedaan, memimpin, dan bertanggung jawab atas keputusan kolektif,” kata Dekan FISIP UPR dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa dekanat tidak menempatkan Ormawa semata sebagai pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU). Fakultas, menurutnya, justru membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk bergerak, termasuk dalam penggunaan fasilitas kampus. “Kami terbuka terhadap kritik. Selama tujuannya untuk kemajuan bersama, fakultas akan berdiri bersama mahasiswa,” ujarnya.
Dari kalangan mahasiswa, Gubernur Mahasiswa BEM FISIP UPR periode 2025–2026, Yosafat Menteng E., menyebut pelantikan ini sebagai titik awal konsolidasi gerakan mahasiswa di tingkat fakultas. Ia menilai fragmentasi antarorganisasi harus diakhiri dengan kerja kolektif.
“BEM tidak boleh berjalan sendiri. Kami ingin membangun sinergi dengan seluruh Ormawa dan kembali melebur dengan mahasiswa di akar rumput,” kata Yosafat.
Menurut dia, arah gerak BEM FISIP UPR ke depan akan berfokus pada empat pilar utama, yakni Pelayanan, Pemberdayaan, Pergerakan, dan Pengabdian. Pilar tersebut, kata Yosafat, bukan sekadar jargon kampanye Pemilihan Raya (Pemira), melainkan komitmen yang akan diuji dalam praktik organisasi selama satu tahun ke depan.
Tagline “FISIP Bersinergi” disebutnya sebagai upaya merespons kebutuhan mahasiswa yang kian kompleks. “Kami ingin FISIP menjadi ruang yang responsif, bukan hanya aktif secara seremonial, tetapi juga relevan dengan persoalan mahasiswa,” ujarnya.
Diketahui, lima Ormawa dilantik melalui mekanisme Pemira FISIP UPR, yakni BEM, DPM, HIMSOS, HIMANE, dan HIMIP. Sementara KMH FISIP UPR dilantik sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang baru terbentuk, serta CCOF melaksanakan pergantian kepengurusan.
Pelantikan ini menjadi awal masa kerja Ormawa FISIP UPR periode 2025–2026. Tantangannya bukan hanya menjalankan program, tetapi juga menjaga agar organisasi mahasiswa tetap menjadi ruang kritik, pembelajaran, dan keberpihakan pada kepentingan mahasiswa. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google Newsuntuk dapatkan informasi lainnya.
















