SAMPIT — Suasana haru dan penuh makna menyelimuti halaman RA Melati Sampit pada Sabtu, 7 Februari 2026. Lembaga pendidikan anak usia dini tersebut menggelar kegiatan Manasik Haji sebagai bagian dari pembelajaran spiritual untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan kecintaan kepada rukun Islam sejak usia dini.
Kegiatan yang diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta didik ini berlangsung tertib dan khidmat. Dengan mengenakan busana ihram mini, anak-anak tampak begitu ceria sekaligus serius mengikuti setiap rangkaian manasik, sesuai dengan kemampuan dan pemahaman mereka.
Kepala RA Melati Sampit, Mariyamah, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji ini bukan sekadar praktik ibadah, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang sarat makna.
“Melalui manasik haji, anak-anak belajar tentang kesabaran, ketaatan, kebersamaan, dan keikhlasan. Nilai-nilai inilah yang kami harapkan tumbuh dan melekat dalam diri mereka sejak dini,” tuturnya.
Bimbingan manasik dipandu langsung oleh Ustadz Taufiqurrahman, yang dengan bahasa sederhana dan pendekatan penuh kasih sayang mampu mengajak anak-anak memahami setiap tahapan ibadah haji dengan mudah dan menyenangkan. Pendekatan edukatif ini membuat suasana kegiatan terasa hidup, hangat, dan menyentuh hati.
Para guru dan orang tua yang turut menyaksikan kegiatan tersebut tampak terharu melihat kepolosan dan kesungguhan anak-anak dalam menirukan rangkaian ibadah. Momen ini menjadi pengingat bahwa pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi kuat bagi pembentukan karakter generasi masa depan.
Kegiatan Manasik Haji di RA Melati Sampit ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran holistik, tidak hanya berfokus pada aspek akademik, teta juga spiritual dan moral, demi melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur.//














