Diksanta Lumieres 56 SMKN 1 Sampit: Dalam Restu yang Menyatu, Gordon Terpasang Syahdu, Harapan Lulusan pun Melaju

FOTO - Suasana pemasangan gordon saat pelepasan siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026 SMK Negeri 1 Sampit.

SAMPIT – SMK Negeri 1 Sampit menggelar pelepasan siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026, Selasa (5/5/2026), dalam balutan tema *“Diksanta Lumieres 56: Bergerak Menuju Perubahan, Bersinar dalam Harapan.”* Tema tersebut merefleksikan semangat lulusan untuk melangkah ke masa depan dengan optimisme dan tekad perubahan.

Acara berlangsung tertata sejak pagi, diawali persiapan peserta, penampilan praacara, parade, hingga pembukaan resmi yang diiringi lagu kebangsaan dan mars daerah serta sekolah. Suasana semakin hidup melalui ragam penampilan siswa, mulai dari tari daerah, musik tradisional, hingga kreasi ekstrakurikuler.

FOTO – Pelaksana Harian Kepala SMK Negeri 1 Sampit, Sahrizal Pahlevi, S.Kom., M.Cs., saat memberikan sambutan.

Pelaksana Harian Kepala SMK Negeri 1 Sampit, Sahrizal Pahlevi, S.Kom., M.Cs., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia juga menitipkan pesan moral melalui kisah inspiratif tentang ketekunan, kebaikan, serta pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai fondasi kesuksesan.

Sementara itu, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kabupaten Kotawaringin Timur, Leny Suprihatin, S.Sos., mengingatkan siswa untuk menjauhi narkoba dan pergaulan negatif. Ia menegaskan bahwa masa depan tidak hanya ditentukan kecerdasan, tetapi juga kemampuan menjaga diri dan memilih lingkungan yang tepat.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Wim RK Benung, S.Sos., M.M., menekankan bahwa kelulusan merupakan titik awal perjalanan. “Ini adalah tombol *start* menuju dunia nyata, baik di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan,” ujarnya.

Puncak acara diwarnai suasana haru saat prosesi sungkeman dan pemasangan gordon oleh orang tua. Berbeda dari tradisi umum, simbol kelulusan tersebut disematkan langsung oleh orang tua, menjadikan momen ini lebih personal dan menyentuh. Para siswa bersimpuh sebagai wujud bakti dan terima kasih atas doa serta pengorbanan keluarga.

Prosesi tersebut menjadi simbol kuat bahwa keberhasilan siswa tidak terlepas dari peran orang tua, sekaligus penanda penyerahan kembali tanggung jawab pendidikan ke keluarga dengan restu untuk menapaki fase kehidupan berikutnya.

Acara ditutup dengan pemutaran video kenangan, sesi foto bersama, dan salam perpisahan dengan guru serta tenaga kependidikan. Diksanta Lumieres 56 pun menjadi penanda akhir masa belajar sekaligus awal perjalanan baru yang penuh harapan.//

 

pesona haka kalibata