PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng, Sengkon menyampaikan akan pentingnya pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, sehingga dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan kemiskinan.
Hal ini menurutnya, harus dimulai dari inovasi produk dan strategi pemasaran digital yang efektif, terlebih ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Ekonomi kreatif bukan hanya sekadar tren, tetapi sebuah kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya, Senin (26/5/2025).
Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) I Kalteng yang mencakup Kabupaten Katingan, Gunung Mas, dan Kota Palangka Raya ini menegaskan, bahwa Bumi Tambun Bungai memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA).
Selain itu, budaya yang dapat diolah menjadi produk-produk kreatif yang bernilai jual tinggi. Sengkon menyoroti pentingnya inovasi dalam menciptakan produk-produk ekonomi kreatif yang unik dan kompetitif.
“Inovasi tidak hanya terbatas pada produk itu sendiri, tetapi juga pada kemasan, branding, dan strategi pemasaran,” tuturnya.
Sehingga, ia mendorong, para pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkreasi dan berinovasi agar dapat bersaing di pasar yang semakin dinamis.
Sengkon menekankan peran penting pemasaran digital dalam memperluas jangkauan pasar produk-produk ekonomi kreatif.
“Di era digital seperti sekarang ini, pemasaran online menjadi kunci keberhasilan,” ucapnya lagi..
Pemerintah daerah, menurutnya perlu memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku ekonomi kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk mereka.
“Dengan dukungan yang terintegrasi, ekonomi kreatif dapat menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan,” tutupnya. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google Newsuntuk dapatkan informasi lainnya.














