SAMPIT — Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Masa Bakti 2025–2030 menjadi momen penting dalam menentukan arah perjuangan dan pengabdian organisasi guru terbesar di tanah air. Dalam forum tertinggi PGRI ini, dua nama mencuat sebagai kandidat kuat calon Pengurus Daerah: Mahbub, S.Pd. dan Falwi, S.Pd., MM.

Keduanya merupakan tokoh pendidikan yang dikenal aktif, progresif, dan memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan kualitas guru serta kesejahteraan insan pendidik. Mahbub, S.Pd. dikenal luas sebagai figur muda yang dinamis dan berkomitmen dalam penguatan peran guru di tingkat akar rumput. Sementara Falwi, S.Pd., MM tampil sebagai pemimpin yang visioner dengan pendekatan manajerial yang sistematis dan inklusif.
Ketua Panitia Konferensi, Kirno, menegaskan bahwa konferensi ini bukan sekadar ajang pergantian pengurus, melainkan forum strategis untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan masa bakti 2020–2025, merumuskan program kerja lima tahun ke depan, serta memilih pemimpin yang siap membawa PGRI Kotim ke arah yang lebih profesional dan bermartabat.
“Konferensi ini adalah wujud kedaulatan tertinggi dalam organisasi PGRI. Di sinilah masa depan perjuangan guru-guru Kotim dirancang dan ditentukan,” jelas Kirno.
Konferensi yang mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju” ini dihadiri oleh Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Diplan, M.Pd., Pj. Sekretaris Daerah Kotim Masri, Komisi III DPRD Kotim, Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan Kementerian Agama, serta seluruh Korwil dan Ketua PGRI dari 17 kecamatan se-Kotim.
Untuk dapat menjadi pengurus, para calon harus memenuhi sejumlah persyaratan penting seperti pengalaman dalam struktur organisasi PGRI, berdomisili di wilayah kerja, tidak merangkap jabatan partai politik, dan tidak menjabat lebih dari dua periode berturut-turut dalam jabatan yang sama.
Dengan kualitas personal dan kepemimpinan yang dimiliki oleh Mahbub dan Falwi, besar harapan bahwa PGRI Kotim akan dipimpin oleh sosok yang tidak hanya memahami tantangan pendidikan masa kini, tetapi juga mampu merancang terobosan untuk masa depan guru yang lebih bermartabat, berdaya, dan berdampak.//
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














