SAMPIT – Dalam suasana demokratis dan penuh semangat perubahan, Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang digelar Sabtu, 21 Juni 2025, mencatat sejarah baru. Mahbub, S.Pd., seorang tokoh pendidikan yang dikenal berdedikasi dan visioner, berhasil meraih kepercayaan mutlak dari para peserta konferensi dengan meraih 78 dari 84 suara sah, meninggalkan pesaingnya Falwi, S.Pd., MM yang hanya memperoleh 2 suara.
Dengan hasil tersebut, Mahbub dipastikan akan menakhodai PGRI Kotim untuk masa bakti 2025-2030, menggantikan H. Suparmadi, SE., MM. Sosok Mahbub selama ini dikenal luas sebagai Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, dan telah banyak menciptakan terobosan dalam pembinaan mutu pendidikan dasar.
Konferensi yang berlangsung di Jalan A. Yani, Sampit. Ketua Panitia, Kirno, yang menyampaikan bahwa konferensi merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi PGRI. Forum ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan pengurus, namun juga sebagai ruang evaluasi dan perumusan arah strategis PGRI lima tahun ke depan.
“Konferensi ini bertujuan mengevaluasi kinerja pengurus masa bakti sebelumnya, menyusun program kerja untuk lima tahun ke depan, sekaligus memilih kepengurusan baru PGRI Kotim periode 2025-2030,” ujar Kirno dalam sambutannya.
Dalam konferensi ini, sidang dilakukan secara pleno dan dapat bersifat khusus atau tertutup bila diperlukan. Mekanisme pemilihan tetap mengacu pada aturan organisasi, termasuk syarat ketat bagi calon pengurus, seperti pernah menjabat di struktur PGRI, tidak merangkap jabatan lain di tingkat organisasi berbeda, serta bebas dari keterlibatan partai politik.
Mengusung tema besar “Guru Bermutu, Indonesia Maju,” konferensi ini merefleksikan tekad bersama untuk terus meningkatkan profesionalisme guru dan menjadikan PGRI sebagai motor penggerak kemajuan pendidikan.
Dengan kemenangan telak ini, Mahbub membawa harapan besar. Ia diharapkan mampu menyinergikan kekuatan guru dari berbagai pelosok Kotim, merancang program strategis yang berpihak pada penguatan kompetensi guru, serta memperkuat posisi PGRI sebagai garda terdepan dalam transformasi pendidikan nasional.
Kemenangan Mahbub bukan hanya soal angka, tetapi representasi kepercayaan kolektif akan kepemimpinan yang berpijak pada integritas, kapasitas, dan semangat pengabdian. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














