Suparmadi Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan di Tubuh PGRI Kotim

Foto: Penyerahan cendramata kepada Pj Sekda Kotim dalam kegiatan di PGRI Kotim. (Ist)

SAMPIT – Setelah 10 tahun memimpin organisasi, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Periode 2015-2025 resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan.

Hal itu ia sampaikan melalui sambutannya pada Konferensi PGRI Kotim yang digelar di Sekretariat PGRI Kotim, Jalan A. Yani, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Sabtu 21 Juni 2025.

“Hal-hal seperti pergantian pengurus sudah biasa. Inilah namanya organisasi. Setelah menjadi pengurus hampir 10 tahun, ada masanya ada waktunya untuk menyerahkan estafet ini. Saya berpesan, siapapun nantinya yang terpilih. Itulah pimpinan kita, itulah ketua kita. Seluruh peserta, seluruh pengurus agar memilih siapapun yang terbaik,” ujarnya.

Adapun, Konferensi PGRI Kotim dihadiri langsung oleh Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Tengah Dr. Diplan MPd, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Masri, Komisi Ill DPRD Kotim, Kepala Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kotim, Korwil dan Ketua PGRI Kecamatan dari
17 kecamatan di Kotim. Tema yang diangkat dalam konferensi ini yaitu “Guru Bermutu, Indonesia Maju”.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Kirno mengatakan, Konferensi PGRI merupakan instansi pemegang kedaulatan tertinggi dalam organisasai PGRI.

“Konferensi ini berfungsi untuk mengevaluasi tugas Pengurus Daerah PGRI Kotawaringin Timur masa bakti 2020-2025 sebagai hasil laporan pertanggungjawaban. Kemudian, menyusun dan menetapkan program
kerja PGRI Kabupaten Kotawaringin Timur untuk 5 tahun mendatang , masa bakti Tahun 2025 – 2030. Lalu, memilih Pengurus Daerah PGRI Kotawaringin Timur masa bakti Tahun 2025 – 2030,” jelasnya.

Kirno menambahkan, sidang pada Konferensi PGRI Kabupaten Kotawaringin Timur Masa Bakti 2025-2030 ini terdiri dari Sidang Pleno/Paripurna dan Sidang bersifat khusus dan tertutup (jika dianggap perlu).

Untuk syarat-syarat pengurus PGRI, meliputi pernah duduk dalam kepengurusan perangkat organisasi PGRI pada tingkat yang sama atau paling rendah 2 tingkat di bawahnya, kecuali untuk Pengurus Cabang/Cabang Khusus, dan Ranting /Ranting Khusus, ketentuan pernah duduk dalam kepengurusan perangkat organisasi PGRI pada tingkat yang sama atau paling rendah 2 tingkat di bawahnya, bekerja dan/atau bertempat tinggal di wilayah kerja organisasi, tidak merangkap jabatan pengurus PGRI pada tingkat lainnya, tidak merangkap jabatan sebagai pengurus partai politik, dan tidak menduduki jabatan pengurus lebih dari dua kali masa bakti berturut – turut dalam jabatan yang sama.

Kirno menyampaikan, ada 4 nama kandidat yang bersaing memperebutkan kursi kepemimpinan PGRI Kotim, yaitu Achmad Syantri, Asyari, Falwi, dan Mahbub.//

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata