SAMPIT — Setelah perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kotawaringin Timur resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, dalam suasana meriah di Stadion 29 November pada Rabu, 7 Januari 2026, rangkaian Sampit Expo 2026 langsung berdenyut dengan ragam agenda bernilai budaya dan ekonomi kreatif.
Sampit Expo 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 7 hingga 14 Januari 2026. Pada Kamis, 8 Januari 2026, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar lomba menganyam rotan yang dibuka secara langsung oleh Johny Tangkere, S.H., M.S.M., selaku Ketua Harian Dekranasda Kotim.

Lomba ini diikuti oleh tujuh peserta, masing-masing merupakan perwakilan dari tujuh kecamatan se-Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan bahan utama rotan yang telah disiapkan oleh panitia, para peserta ditantang menyelesaikan karya dalam durasi waktu tiga hingga empat jam. Seluruh proses pengerjaan wajib dilakukan sepenuhnya di lokasi lomba, menegaskan prinsip kejujuran, keterampilan murni, dan ketangguhan teknik para perajin.
Adapun karya yang dihasilkan harus berupa produk fungsional bernilai guna, seperti tas, bakul, tempat tisu, hiasan dinding, hingga pernak-pernik dekoratif lainnya, dengan tetap mengusung motif khas daerah sebagai identitas budaya Kotawaringin Timur. Hasilnya, beragam karya tampil memukau—memadukan fungsi, keindahan, dan kekayaan tradisi dalam satu jalinan rotan yang bernilai tinggi.
Tim juri yang terdiri dari dr. Retno, Akhmad Yuliansyah, S.Psi., dan Yusniardi memberikan penilaian berdasarkan sejumlah kriteria utama, meliputi kerapian anyaman, ketelitian dalam setiap jalinan rotan, kekuatan serta ketahanan konstruksi produk, kreativitas dan estetika, serta orisinalitas karya.
Melalui lomba ini, Dekranasda Kotim tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga ruang apresiasi dan regenerasi bagi perajin lokal. Kegiatan ini menjadi penegas bahwa kriya tradisional bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi kokoh bagi penguatan identitas budaya dan pengembangan ekonomi kreatif daerah di masa depan.//














