Ketika Dekranasda Gelar Lomba Eco Printin untuk Meriahkan Sampit Expo HUT ke-73 Kotim

FOTO - Feserta juri dan panitia lomba bersama ketua Dekranasda Kabupaten Kotawaringin Timur Hj. Khairiah Halikinnor, A.Mk

SAMPIT – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur semakin terasxa dalam rangkaian Sampit Expo 2026. Salah satu agenda yang menyita perhatian publik adalah lomba membatik Eco Printing yang digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin, 12 Januari 2026.

Lomba yang mengusung konsep ramah lingkungan ini menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus edukatif, dengan memanfaatkan kekayaan alam berupa dedaunan sebagai motif utama. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ny. Hj. Khairiah Halikinnor, A.Mk, selaku Ketua Umum Dekranasda Kotawaringin Timur, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pelestarian lingkungan melalui karya kriya bernilai seni dan ekonomi.

FOTO Istimewa

Lomba Eco Printing ini untuk tingkat SLTA / sederajat. Bersifat perorangan, dengan ketentuan setiap sekolah maksimal mengirimkan dua orang perwakilan. Panitia telah menyiapkan bahan utama berupa kain yang telah melalui proses coring, mordanting, dan treating, serta aneka daun pilihan. Sementara itu, peserta diwajibkan membawa peralatan pribadi berupa palu atau pemukul kayu untuk mendukung teknik yang digunakan.

Teknik yang diperbolehkan dalam lomba ini adalah teknik pounding (pukul/ketok), di mana seluruh proses pembuatan mulai dari penataan daun hingga pengetokan harus dilakukan di lokasi lomba. Durasi pengerjaan diberikan waktu sekitar tiga hingga empat jam, menuntut ketekunan, ketelitian, serta daya cipta peserta.

Adapun kriteria penilaian meliputi kejelasan motif, komposisi, variasi warna, kerapian dan kebersihan hasil karya, serta unsur inovasi, termasuk penggunaan jenis tanaman unik atau kombinasi teknik yang kreatif. Kerapian tata letak daun tanpa tumpang tindih juga menjadi poin penting dalam penilaian.

Lomba ini dinilai oleh tiga dewan juri kompeten, yakni Ibu Taslimah, Ir. Alfisah, M.T, dan Hj. Ir. Sepnita, yang memastikan proses penjurian berlangsung objektif dan profesional.

Melalui lomba Eco Printing ini, Dekranasda Kotawaringin Timur tidak hanya memeriahkan perayaan daerah, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis, mengangkat potensi kriya lokal, serta mendorong generasi muda untuk mencintai seni berbasis alam. Sampit Expo pun kian hidup sebagai panggung kolaborasi budaya, kreativitas, dan keberlanjutan.//

 

pesona haka kalibata