KaltengBicara.com – Sampit. Anggota komisi I DPRD Kabupaten kotawaringin timur Sutik, meminta kepada pemerintah daerah supaya serius tangani tuntutan pola kemitraan antara Perusahan PT Mustika sembuluh (Wilmar Gruop). Jumat, (22/7).
Sebagaimana diketahui sebulan lalu ratusan warga Desa Pondok Damar Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur ,pada saat itu Pasukan Tariu Berneo Bangkule Rajakng atau yang dikenal dengan Pasukan Merah dengan masa berjumlah 500 orang pada hari jumat 28/5/2022 yang lalu.
Pada aksi masa itu mereka menutut pola kemintraan hasilnya,dan pada saat itu pemerintah daerah akan memfasilitasi guna dapat menjalin pola kemintraan masyarakat dan perusahaan dengan diberikan waktu tiga puluh hari untuk merealiasasikannya.
“kami harap pemkab bisa serius menanggani nya jangan sampai daerah ini tidak kondusif dengan adanya hal hal seperti ini karena sangat wajar Masyarakat meminta untuk bermintra sebab perusahaan itu berinvestasi dan mencari ke untungan diwilayah mereka artinya sama sama menguntungjan dan saling mendukung bila mana adanya jalinan kemintraan tersebut “ujar Sutik
Sementara terpisah Yadie Bertie mengatakan hari ini(jumat 12/7/2022) mereka mempertayakan janji pemda untuk mempasilitasi karena perusahaan pada saat demo lalu bersedia untuk bermintra kepada kami jadi kita mau memperjelas harga sewa mobil double cabin bulanan secara admintrasi hingga regulasi selenjut nya.. “ujar Yadie Bertie seorang perwakilan warga pondok damar jumat 22/7/2022 disampit.
Dia juga mengatakan pihaknya sudah mempunyai koperasi “itah belum hapakat “yang didirikan untuk menjalin pola kemintraan oleh sebab itu dengan adanya undangan hari ini untuk mediasi dipemda mudahan pemda bisa berpihak kepada Masyarakat sesuai dengan amanat undang undang bahwa PBS wajib membangun pola kemintraan .”ujarnya.//// (Tie)














