SAMPIT — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata di kawasan bantaran Sungai Mentaya, Jalan Iskandar 19–25, Jumat 24 April 2026. Kegiatan tersebut meliputi pemasangan reklame edukasi non-komersil, gotong royong bersih-bersih lingkungan, serta penyuluhan kepada masyarakat setempat.
Kegiatan diprakarsai Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kotim, dipimpin langsung Kepala Bidang, Dr. Titik Setiyowati, S.E., M.Si., bersama jajaran. Turut hadir unsur Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang diwakili Sekretaris Camat, Kelurahan Ketapang yang diwakili Lurah, organisasi masyarakat Tantara Lawung Adat Mandau Talawang, serta warga sekitar.

Sebagai langkah preventif, DLH Kotim memasang delapan titik reklame edukasi di sejumlah lokasi yang dinilai rawan terhadap praktik perusakan lingkungan sungai, terutama penangkapan ikan menggunakan bahan beracun. Reklame tersebut berisi pesan persuasif sekaligus peringatan tegas agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang merusak keseimbangan ekosistem Sungai Mentaya.
Selain pemasangan reklame, kegiatan juga dirangkai dengan aksi gotong royong membersihkan bantaran sungai dari timbunan sampah. Warga turut diberikan edukasi langsung mengenai bahaya pencemaran lingkungan, pentingnya menjaga kualitas air, serta dampak jangka panjang kerusakan ekosistem perairan terhadap kehidupan masyarakat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kotim, Dr. Titik Setiyowati, S.E., M.Si. menegaskan bahwa upaya pelestarian sungai membutuhkan partisipasi bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kesadaran lingkungan harus dibangun dari tindakan sederhana namun konsisten. Sungai Mentaya bukan sekadar aliran air, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat Kotawaringin Timur. Karena itu, segala bentuk praktik yang merusak, termasuk penggunaan racun untuk menangkap ikan, harus dihentikan demi keberlanjutan sumber daya alam kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mengedepankan pendekatan edukatif dan kolaboratif agar masyarakat semakin memahami bahwa menjaga sungai berarti menjaga masa depan daerah.
Sungai Mentaya selama ini memiliki peran strategis bagi masyarakat Kotawaringin Timur, mulai dari sumber air, jalur transportasi, hingga penopang aktivitas ekonomi warga. Namun demikian, ancaman pencemaran serta praktik eksploitasi yang tidak ramah lingkungan masih menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian bersama.
Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga, DLH Kotim berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran kolektif sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Langkah ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan agar Sungai Mentaya tetap lestari serta memberi manfaat bagi generasi kini dan mendatang.//














