SAMPIT – Komitmen menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi terus ditunjukkan SDN 4 Ketapang melalui program keagamaan dan sosial yang berkelanjutan. Pada tahun 2026 ini, kegiatan Syukuran Kurban SDN 4 Ketapang resmi memasuki tahun keempat pelaksanaannya, sekaligus menjadi bukti tumbuhnya budaya berbagi di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut didukung melalui program *Jumat Berkah*, yakni gerakan infak sukarela yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua siswa. Dana yang terkumpul digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan keagamaan di sekolah, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mi’raj, hingga syukuran kurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Guru Pendidikan Agama Islam sekaligus Ketua Panitia kegiatan, Hadiyannoor, S.Pd.I., menuturkan bahwa perjalanan empat tahun pelaksanaan syukuran kurban menjadi wujud nyata sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membangun pendidikan karakter berbasis nilai religius dan kepedulian sosial.
“Alhamdulillah, tahun 2026 ini syukuran kurban SDN 4 Ketapang telah memasuki tahun keempat. Semangat berbagi terus tumbuh dari tahun ke tahun dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa SDN 4 Ketapang menargetkan peningkatan jumlah hewan kurban pada tahun mendatang. Jika selama ini sekolah melaksanakan penyembelihan satu ekor sapi kurban setiap tahun, maka pada tahun depan ditargetkan sebanyak tiga ekor sapi kurban.
Menurutnya, satu ekor sapi kurban direncanakan berasal dari dana program Jumat Berkah siswa sebagai bentuk pembelajaran kepedulian dan kebersamaan. Sementara dua ekor sapi lainnya berasal dari hewan kurban guru-guru SDN 4 Ketapang dan orang tua siswa yang mempercayakan pelaksanaannya kepada pihak sekolah.
“Insya Allah tahun depan kami menargetkan tiga ekor sapi kurban. Satu ekor berasal dari semangat berbagi siswa melalui program Jumat Berkah, Sementara dua ekor sapi lainnya berasal dari hewan kurban guru-guru SDN 4 Ketapang dan orang tua siswa yang mempercayakan pelaksanaannya kepada pihak sekolah. Ini bukan hanya tentang kurban, tetapi tentang membangun karakter dan menanamkan nilai keikhlasan sejak dini,” tutur Hadiyannoor.
Menurutnya, kegiatan syukuran kurban menjadi sarana pendidikan yang sangat bermakna bagi peserta didik. Anak-anak tidak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga memahami arti gotong royong, empati, dan pentingnya berbagi kepada sesama.
Melalui program-program keagamaan yang konsisten dijalankan, SDN 4 Ketapang terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan generasi yang berakhlak mulia, peduli sosial, dan gemar menebar kebaikan di tengah masyarakat.//














