PALANGKA RAYA, KBC – Sejak awal dapat dilihat ketika peluncuran beasiswa Tabe, bagaimana antusiasme Mahasiswa yang merupakan putra-putri daerah Kalteng untuk mendaftarkan diri mereka sebagai calon penerima beasiswa Tabe Provinsi Kalimantan Tengah lewat Dinas Pendidikan, hingga rela antri berjam-jam untuk memenuhi persyaratan yang diminta, namun setelah semuanya berjalan nampaknya tidak semudah itu untuk menyalurkan dana beasiswa Tabe tersebut, seakan-akan ada udang dibalik batu.
Berbagai Klarifikasi di pemberitaan media dari Plt. Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo terkait beasiswa tabe tetapi tidak juga memberikan kepastian.
PJs. Ketua Cabang GMKI Palangka Raya Fiteli menyayangkan atas ketidak profesionalitas dari Pihak pemerintah provinsi Kalteng.
“Saya menyayangkan atas ketidak profesionalitas pemerintah provinsi Kalteng dalam hal ini Dinas Pendidikan seakan memberikan harapan palsu dengan tidak memberikan kepastian waktu kepada para mahasiswa terkait pencarian dana tabe sesuai program nya yang sudah di jalankan”. ujarnya
Lanjutnya Fiteli mengatakan dalam waktu dekat kami GMKI Cabang Palangka Raya akan mengundang seluruh Mahasiswa yang telah lulus verifikasi sebanyak 13.113 mahasiswa, untuk melakukan konsolidasi dan dalam waktu dekat kita akan menjadi inisiator Aksi jika tidak ada kejelasan.
Jangan di gunakan program tabe ini sebagai komoditas politik dan di manfaatkan sebagai kepentingan pribadi”. Tutup nya. // (KBC/006)
Ikuti KaltengBicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya














