SAMPIT – Dalam sebuah momentum yang memadukan khazanah budaya lokal dengan akselerasi digital, SD Negeri 3 Kota Besi Hilir resmi meluncurkan inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal bertajuk “Jelawat” (Jelajah Warisan Adat dan Tradisi) serta memperkenalkan maskot kebanggaan sekolah. Pada Rabu, 17 Desember 2025.
Perhelatan yang berlangsung khidmat ini menjadi bukti nyata transformasi pendidikan yang tetap berpijak pada akar budaya daerah.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan strategis di Kabupaten Kotawaringin Timur. Hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang GTK, Edie Sucipto, S.Pd.I., M.Pd., serta perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang dihadiri Kabid Sejarah dan Permuseuman, Masnah, S.E., M.Si. Turut memberikan dukungan, perwakilan Bapperida Kabupaten Kotawaringin Timur, Ismawati, Camat Kota Besi, Korwil, Pengawas Sekolah, Tokoh Masyarakat, serta orang tua murid.
Dalam sambutannya, Kepala SDN 3 Kota Besi Hilir, Eka Purdiawati, S.Pd., menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari visi besar untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual.
“Kami berkomitmen membangun identitas karakter peserta didik melalui nilai-nilai luhur budaya. Melalui Jelawat dan maskot sekolah Si Jelo, kami ingin menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bangga akan jati dirinya sebagai putra-putri daerah,” ujar Eka dengan penuh optimisme.
Inovasi Jelawat (Jelajah Warisan Adat dan Tradisi), merupakan media pembelajaran interaktif berbasis website. Inisiatif ini menandai langkah adaptif sekolah terhadap era digitalisasi tanpa meninggalkan esensi tradisi. Melalui platform ini, siswa diajak mengeksplorasi kekayaan lokal secara visual dan interaktif.
Edie Sucipto memberikan pujian luar biasa dan berharap SDN 3 Kota Besi Hilir menjadi pionir yang metode inovasinya dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain di seluruh Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sementara itu, Masnah memandang inovasi ini sebagai instrumen promosi kebudayaan yang efektif. Baginya, edukasi sejak dini adalah kunci pelestarian sejarah dan pariwisata daerah.
Ismawati, Menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi inovasi ini agar terdaftar resmi sebagai Inovasi Daerah dan dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Selain peluncuran aplikasi, perkenalan Maskot Sekolah Si Jelo menjadi simbol baru bagi semangat juang dan karakter siswa SDN 3 Kota Besi Hilir. Kehadiran seluruh elemen, mulai dari tingkat kecamatan hingga tokoh masyarakat, mempertegas bahwa kemajuan pendidikan adalah tanggung jawab kolektif.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar bahwa sinergi yang telah terjalin mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Bumi Habaring Hurung, membawa Kotawaringin Timur menuju masa depan yang inovatif namun tetap berbudaya.//














