PT Trakindo Apresiasi Inovasi Hijau SDN 4 Ketapang, Wakil Bupati Uji Ketahanan Sofa Ecobrick

FOTO - Irawati di dampingi Asykuriah saat menguji ketahanan dan kekuatan sofa ecobrick buatan peserta didik SDN 4 Ketapang.

SAMPIT – Komitmen menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini terus diwujudkan oleh SDN 4 Ketapang melalui Program Pembuatan Ecobrick. Kegiatan ini menjadi ruang belajar kontekstual bagi peserta didik untuk memahami persoalan sampah plastik sekaligus mempraktikkan solusi nyata melalui pengolahan sampah menjadi ecobrick—botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik bersih.

Melalui pendekatan edukatif dan aplikatif, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada bahaya limbah plastik, tetapi juga diajak mengelola dan memanfaatkannya kembali menjadi produk bernilai guna. Salah satu hasil kreativitas mereka adalah pembuatan sofa ramah lingkungan berbahan dasar ecobrick. Program ini sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan layak.

FOTO – Irawati saat kunjungi stand bazar di SDN 4 Ketapang

Kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Trakindo Utama bagi SDN 4 Ketapang. Melalui kemitraan ini, sekolah tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga mendorong aksi nyata mitigasi perubahan iklim sejak usia dini. Sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang sadar lingkungan.

Guru pendamping kegiatan, Noor Solehah dan Rahimah, menyampaikan bahwa ecobrick yang dibuat siswa tidak berhenti sebagai proyek praktik semata, melainkan dikembangkan menjadi sofa yang kokoh dan fungsional. Hal ini membuktikan bahwa limbah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk kreatif yang bermanfaat bagi sekolah.

Apresiasi atas inovasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, Irawati, saat melakukan kunjungan pada Jumat, 13 Februari 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kontribusi PT Trakindo Utama yang telah mendukung program inovasi di SDN 4 Ketapang melalui CSR.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para mitra usaha sekolah, yakni Bank Kalteng dan Griya Samudra, yang turut berkontribusi dalam pembangunan dan penguatan program sekolah.

“Terima kasih kepada mitra-mitra usaha SDN 4 Ketapang seperti Bank Kalteng, Griya Samudra, dan PT Trakindo. Inilah pentingnya inovasi,” ujarnya.

Menurut Irawati, di tengah pemangkasan anggaran pendidikan yang mencapai Rp90 miliar, kreativitas dan kolaborasi menjadi kunci agar sekolah tetap tumbuh dan berkembang. Ia menilai, inovasi yang digagas oleh Asykuriah menunjukkan bagaimana guru mampu membangun jejaring kemitraan untuk kemajuan sekolah.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus rasa ingin tahu, Irawati di dampingi Asykuriah bahkan menguji langsung ketahanan sofa ecobrick karya siswa dengan mendudukinya. Hasilnya, sofa tersebut terbukti kokoh dan layak digunakan.

Tak hanya ecobrick, kreativitas siswa juga tampak dalam pembuatan bros berbentuk bunga dari sisik ikan jelawat. Sebuah karya yang mengangkat potensi limbah lokal menjadi produk bernilai estetika.

Program ecobrick ini menjadi bagian dari rangkaian inovasi sekolah yang saling melengkapi dalam membangun kesadaran anak terhadap pentingnya kesehatan, pengelolaan keuangan, dan kepedulian lingkungan. Dengan pendekatan yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, SDN 4 Ketapang terus membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk melahirkan perubahan.//

pesona haka kalibata