PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengimbau para konten kreator di wilayahnya untuk menghasilkan konten yang bersifat membangun dan menyejukkan. Ia juga mendorong agar kritik yang disampaikan melalui media sosial disertai dengan solusi yang konstruktif.
“Harusnya buat konten yang membangun, yang menyejukkan untuk semua orang. Kritik itu boleh, tapi juga harus berani memberikan solusi,” ujar Agustiar usai berolahraga pagi di Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (21/4), saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur.
Pernyataan ini disampaikan menyusul viralnya video seorang konten kreator di media sosial Instagram dan TikTok yang diduga menghina dirinya. Agustiar menanggapi hal tersebut dengan santai dan menyebutnya sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
“Biasa saja, itu bagian dari demokrasi. Tidak semua orang akan suka. Ada yang mendukung, ada pula yang tidak. Itu sah-sah saja,” katanya.
Terkait kemungkinan adanya proses hukum terhadap konten kreator tersebut, Agustiar menegaskan bahwa ia tidak berada dalam posisi untuk melarang siapa pun menempuh jalur hukum.
“Saya pribadi tidak ada masalah. Tapi kalau ada pihak lain yang merasa perlu menempuh jalur hukum, itu hak mereka. Saya anggap ini bisa jadi motivasi, walaupun caranya kurang tepat,” ujarnya.
Meski demikian, Agustiar mengingatkan pentingnya menyampaikan kritik dengan cara yang beretika, terutama di Kalimantan Tengah yang dikenal menjunjung tinggi adat dan nilai kesopanan.
“Kita tidak antikritik. Kritik membangun sangat kami hargai. Tapi kalau memperolok pemimpin tanpa dasar yang tepat, itu sudah tidak beretika. Di Kalteng, kita dikenal dengan adat istiadat, jadi harus ‘bahadat’ atau beretika,” tegasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa secara pribadi tidak mempermasalahkan konten yang sempat viral tersebut. “Saya pribadi tidak ada masalah,” pungkasnya.
Sementara itu, konten kreator yang menggunakan akun Instagram @Saif-Hola telah menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi atas videonya yang viral tersebut.
“Mohon maaf atas kegaduhan yang telah terjadi. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran ke depannya dan tidak terulang lagi, baik dari saya maupun dari orang lain,” tulisnya dalam unggahan klarifikasi. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














