PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan stok pangan di daerah dalam kondisi aman menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang digelar di halaman aula Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah Agus Candra menyebutkan hasil koordinasi terakhir menunjukkan cadangan beras mencapai 14.706 ton dan dinilai cukup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
“Ketersediaan stok tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri,” katanya, Jumat (13/2/2026).
Gerakan Pangan Murah kali ini tidak hanya dilaksanakan di tingkat provinsi, tetapi juga serentak di sembilan kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Sukamara, Katingan, serta Kota Palangka Raya.
“Sementara beberapa daerah lain dijadwalkan menyusul dalam bulan yang sama agar distribusi pangan murah dapat menjangkau lebih luas masyarakat Kalimantan Tengah,” ungkapnya.
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menilai pelaksanaan serentak ini menjadi bentuk kesiapan pemerintah daerah menjaga stabilitas pangan secara merata.
Selain beras dan gula, masyarakat juga dapat memperoleh telur, minyak goreng, sayuran segar, ikan segar, aneka frozen food, hingga produk UMKM dengan harga lebih rendah dibandingkan pasaran.
“Kami berharap distribusi pangan murah ini tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah menghadapi momentum hari besar keagamaan nasional,” tutupnya. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














