BPBD Salurkan Bantuan Untuk Korban Bencana

Keterangan: Ist/Foto Pihak BPBD kabupaten kotawaringin timur memberikan bantuan sembako kepada warga dusun kalap desa ujung pandaran kec.teluk sampit yang rumahnya di terjang air (gelombang)

KaltengBicara.com-Sampit. Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir dan korban terjangan ombak di dusun kalap desa ujung pandaran kecamatan mentaya hilir selatan dan kecamatan teluk sampit.

Kepada wartawan kepala badan penanggulangan bencana Rihel Mengatakan pihaknya sudah turun kelokasi warga desa ujung pandaran tepatnya didusun kalap kecamatan teluk sampit. Menurutnya kejadian sejak senin (23/05/2022) hujan lebat dan tiba tiba sekitar jam 12.10 air laut mendadak bersamaan dengan pasang laut menyapu rumah pinggiran pantai, air setinggi -+1 meter atas tanah. Hari itu juga sore jam 17.00 pasang kembali surut. Akibat air roof laut menyebabkan 5 rumah hanyut .

“total tongkatnya tercabut, 1 rumah merusak 1/2 rumah. Nama korban : Sukran (4 org), Endel (3 org), Ono (5 org), Onder (3 org), Amat (1 org) dan Piat (4 org). Tim survey didampingi Kades Aswinur dan staf desa.”ujar Rihel

Rihel mengaku sudah nenyalurkan bantuan dari pemerintah daerah sebanyak 6 paket sembako dan 6sak beras kemasan 10kg. Dan juga Melakukan pendataan warga terdampak, infrastruktur, data monografi desa, pengecekan dan dokumentasi lokasi kejadian.selain itu juga pihak nya bersama pihak kesehatan,melaksanakan pemeriksaan kesehatan, pengobatan kepada masyarakat terdampak dan membagikan obatan kepada warga dan pihak desa sebagai persediaan obat sebanyak 2 orang .

“sebanyak 6 KK. Korban merupakan warga yang tinggal tidak menetap (memadam) hanya pada musim kerja ikan 1-4 minggu, rumah aslinya di desa Ujung Pandaran simpang tiga. Fasilitas umum tdk ada, jumlah yg hancur total 5, 1/2 hancur 3, yg utuh 3 buah. Yg terdata dibantu 6 KK, wilayah terdampak berbatasan dgn Seruyan seberang sungai ada 40 KK semua warga Ujung Pandaran.”dan kejadian itu sudah enam berlangsung selama 6 (enam) gelombang tinggi. “demikian Rihel // (tie)

pesona haka kalibata