Wah, Ada Oknum Kepolisian Yang Siap Ikut Aksi Besok “Menolak Kenaikan BBM”

Keterangan:Ist/Foto schreenshot gambar komentar terduga oknum kepolisian didalam group aliansi mahasiswa.

KaltengBicara.com – Palangka Raya. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Masyarakat Kalteng Menggugat (MKM) akan menggelar aksi demonstrasi dihalaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah pada Senin besok, (5/9).

Yang menarik dari rencana aksi menolak kenaikan harga BBM ini adalah terpantau diduga salah satu oknum aparat ikut tergabung didalam group whatsapp aksi dan juga membuat pesan komentar didalam group yang menggelitik bagi para mahasiswa yang akan turun aksi tersebut.

Pesan yang dikirim oleh terduga oknum kepolisian tersebut bertulis “semua nomor sudah dicatat ya, tunggu tanggal mainnya”, begitu isi pesan tersebut.

Tidak menunggu lama, para mahasiswa yang tergabung didalam group tersebut langsung mencari tahu identitas serta akun sosial medianya dan ramai-ramai memberikan beragam komentar.

Dari screenshot yang dikirim oleh salah satu mahasiswa kepada wartawan kaltengbicara, media sosial dan whatsapp tertulis dengan nama zerisky aldo.

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Palangka Raya, Obi Seprianto sangat menyayangkan  sikap dari terduga oknum polisi yang mengancam bahkan ada upaya mengintimidasi gerakan mahasiswa di Kota Palangka Raya, yang ingin menyampaikan aspirasi berkaitan dengan kenaikan BBM, melalui narasi yang dibuatnya dalam sebuah grub whatsApp.

“Sangat disayangkan sikap dari oknum polisi yang mengancam bahkan ada upaya mengintimidasi gerakan mahasiswa diKota Palangka Raya, yang ingin menyampaikan aspirasi berkaitan dengan kenaikan BBM, melalui narasi yang dibuatnya dalam sebuah grub whatsApp.” Ucapnya.

Lanjutnya “dengan ini saya meminta KAPOLDA Kalimantan Tengah untuk mengevaluasi kinerja jajaran personilnya, KAPOLDA KALTENG harus memberikan sanksi tegas kepada oknum yang mencoba membatasi kebebasan berpendapat mahasiswa dan masyarakat sipil, serta meminta kepada oknum polisi bersangkutan memohon maaf kepada publik atas tindakan yang tidak terpuji tersebut. Apabila ini tidak ditindaklanjuti maka, saya rasa ini bentuk penghianat terhadap demokrasi”. Tegas Obi

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Palangka Raya, Ardiansyah juga menyampaikan kritiknya bagi oknum tersebut.

“Pernyataan oknum polisi ini dapat mencederai instansi Kepolisian, karena telah menciptakan kegaduhan ditengah masyarakat. Padahal tugas polisi adalah menciptakan kondisi yang aman di tengah masyarakat, mungkin dia gabung group karena ingin juga ikut aksi menolak kenaikan BBM”. tutupnya/// San)

pesona haka kalibata