Putri Daerah Sampit Raih Gelar Doktor Summa Cumlaude, Jadi Inspirasi Hari Kartini di Kotawaringin Timur

FOTO Dr. Titik Setiyowati, SE., M.Si Sosok Kartini dari Kotawaringin Timur.

SAMPIT – Peringatan Hari Kartini tahun ini menghadirkan makna tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sosok perempuan inspiratif daerah, Dr. Titik Setiyowati, SE., M.Si menjadi representasi nyata semangat emansipasi perempuan melalui prestasi akademik dan pengabdian di bidang pemerintahan.

Perempuan kelahiran Sampit, 3 Januari 1981 itu menorehkan capaian membanggakan pada 2024 dengan meraih gelar doktor pada Program Ilmu Lingkungan di Universitas Palangka Raya dengan predikat Summa Cumlaude. Ia juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, 4,00.

Dalam studi doktoralnya, Dr. Titik Setiyowati, SE., M.Si mengangkat disertasi berjudul Kualitas Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam Penyediaan Air Bersih Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah, dengan studi kasus pada PDAM Unit Bagendang. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan air bersih sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Di lingkungan birokrasi, Dr. Titik Setiyowati, SE., M.Si mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Kepala Satuan Tugas Kebakaran Hutan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur. Kiprah itu menunjukkan konsistensi antara keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian.

Tak hanya berkiprah di daerah, ia juga tercatat sebagai satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Kotawaringin Timur dalam Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI), dengan amanah sebagai anggota Departemen Ekonomi dan Infrastruktur.

Pada momentum Hari Kartini, Dr. Titik Setiyowati, SE., M.Si menyampaikan pandangan yang mencerminkan semangat perempuan masa kini. Menurutnya, perjuangan Kartini pada era sekarang diwujudkan melalui peningkatan kapasitas diri, pendidikan yang berkelanjutan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Perempuan masa kini harus berani bermimpi besar, terus belajar, dan hadir memberi solusi. Pendidikan adalah jalan memerdekakan pikiran, sementara pengabdian adalah cara memuliakan kehidupan. Kartini telah membuka pintu, tugas kita hari ini adalah melangkah maju dan membawa manfaat bagi sesama,” ujar Dr. Titik Setiyowati, SE., M.Si

Ia menambahkan, perempuan di daerah memiliki peluang yang sama untuk maju dan berprestasi selama disertai kerja keras, disiplin, dan keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Prestasi dan pandangan tersebut menjadikan Dr. Titik Setiyowati, SE., M.Si sebagai teladan perempuan modern: unggul dalam pendidikan, aktif dalam organisasi, serta hadir nyata dalam pembangunan daerah. Dari Sampit, lahir sosok perempuan tangguh yang membawa nama daerah semakin bermartabat dan menginspirasi generasi berikutnya.//

 

pesona haka kalibata