Legislator Minta PBS Perhatikan Desa Sekitar Perusahaan Yang Belum Dialiri listrik

Keterangan : Ist/Foto Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah.

KaltengBicara.com – Sampit. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat yang masih belum teralirkan listrik.

Maka dari itu, dia berharap untuk dipelosok, paling tidak bisa mengalirkan listrik ke rumah warga adalah perusahaan besar swasta (PBS) yang kelebihan daya.

“Untuk perusahaan yang kelebihan daya hendaknya bisa dijual ke masyarakat. Atau akan lebih baik lagi bila digratiskan, jadikan sebagai program CSR,” kata Juliansyah.

Juliansyah menyebutkan, sudah ada beberapa contoh yang desa dialiri listrik berasal dari perusahaan besar. Pola itu semestinya bisa diterapkan dan dilaksanakan ketika PLN masih belum mampu menjangkau.

“Apa bila sampai zaman begini masih belum teralirikan listrik maka sangat disayangkan. Pemerintah sudah mengkasifikasikan bahwasanya ketersediaan energi listrik merupakan kebutuhan dan termasuk dalam pelayanan dasar,” tegasnya.

Juliansyah menegaskan agar pemerintah di tingkat desa aktif berkoordinasi dengan PLN setempat. Bahkan jika memang memungkinkan DPRD siap menfasilitasi untuk menyampaikan aspirasi itu kepada PLN.

“Kita harus aktif jemput bola jika ingin mendapatkan listrik,“ kata Juliansyah.

Politikus Partai Gerindra ini juga menekankan agar perusahaan di sekitar warga itu juga hendaknya memiliki kepeduliaan untuk menyalurkan listrik yang dayanya berlebihan itu kepada warga di sekitar.

“Akan terlihat disparitas begitu jauh ketika investasi di sekitarkegelapan penduduk. Artinya rasa kemanusiaan dan kepeduliaan perusahaan jadi pertanyaan publik,” tandasnya Kamis, 23 Maret 2023. // (Sum).

pesona haka kalibata