KaltengBicara.com – Sampit. Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Halikinnor bersama ketua TP PKK dan wakil bupati Irawati spd, ketua DPRD Kotim serta intansi terkait menghadari pestifal Penyajian Bubur Asyura dan Seni Tradisional serta dalam Rangka Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1444 H dan Hari Asyura 10 Muharam 1444 H Baamang Hulu 1 Rt 15 Kel. Baamang Hulu Kec. Baamang Kab. Kotawaringin Timur pada Selasa, (09/8).
“kami dari pemerintah daerah berharap kegiatan seperti ini harus dipertahankan karena merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang kita terdahulu pada saat menyambut tahun baru islam atau 10 muharam 1444 H oleh sebab itu pemerintah daerah berkomikmen menyambut baik kegiatan Bubur Asyura, Pemda Kotim akan memfasilitasi kegiatan serupa yang akan datang yang lebih besar lagi melibatkan kecamatan lain serta akan mempromosikan budaya Kotim sebagai Agenda rutin setiap tahun.”ujar Halikinnor
Untuk diketahui Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 10 Muharram diantaranya diterima pertaubatan Nabi Adam AS, Kapal Nabi Nuh berlabuh, Nabi Ibrahim selamat dari siksa Api Raja Namrud, Nabi Yusuf bebas dari penjara, Nabi Yunus keluar dari perut ikan paus, Nabi Ayyub sembuh dari penyakit dan Nabi Musa selamat dari Firaun.
Kegiatan memasak dan menyantap sajian bubur Asyura bermula dari jaman Nabi Nuh ketika kapal pertama kali berlabuh setelah mengalami peristiwa banjir besar, pada saat itu sisa bekal bahan makanan dijadikan satu kemudian dimasak menjadi bubur kemudian disantap bersama penumpang bahtera Nabi Nuh dan peristiwa ini menjadi tradisi umat Islam setiap tgl. 10 Muharam./// (Tie)














