KaltengBicara.com – Sampit. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Kurniawan Anwar mendorong Pemerintah Daerah agar normalisasi sungai-sungai kecil tanpa terkecuali. Sebab sungai kecil ini menjadi salah satu pencegahan banjir di Kota Sampit. Sejauh ini sungai di dalam Kota Sampit kian mendangkal karena tidak pernah dilakukan pengerukan dan normalisasi.
“Saat ini sudah banyak aliran-aliran air yang tidak optimal karena banyaknya endapan sampah dan lumpur,” kata Iwan sapaan akrabnya.
Meski drainase di Jalan Tjilik Riwut, Achmad Yani dan MT Haryono. Namun pemerintah diminta tidak melupakan kondisi sungai-sungai kecil yang juga berpengaruh terhadap ketinggian air di sekitar permukiman.
“Karena meski sebagus apapaun drainase kalau anak sungai pembuangannya tidak dinormalisasi ya akan percuma juga, karena drainase akan megalirkan air ke pembuangan tadi.” katanya pada Jumat, (10/03/2023).
Kurniawan mencontohkan, sungai kecil Ketapang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, saat ini alurnya sangat dangkal dan belum pernah tersentuh pengerukan menggunakan alat berat.
Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah, setidaknya dengan melakukan pemeliharaan melalui pengerukan. Jika dibiarkan, pendangkalan dipastikan akan semakin parah sehingga rawan memicu banjir di permukiman warga di kawasan itu.
Kurniawan juga mengimbau masyarakat tidak membuah sampah rumah tangga ke sungai. Tindakan itu bisa membuat alur sungai menjadi dangkal dan tersumbat sampah sehingga bisa memicu banjir saat hujan deras.














