Pentingnya Penegakkan Hukum Bagi Pelaku Karhutla di Kotim

Keterangan : Ist / foto Riskon Fabiansyah, Anggota DPRD Kotim.

KALTENGBICARA.COM – SAMPIT. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kotim semakin hari semakin meningkat. Hal membuat banyak pihak prihatin, termasuk dari anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) Riskon Fabiansyah.

“Melihat semakin meningkatnya Karhutla yang diikuti dengan semakin parahnya asap dan akibatnya buruknya kualitas udara di Kotim, melalui media ini kami mendorong kepada Pemkab Kotim untuk menggandeng aparat penegak hukum, lembaga adat di Kotim serta semua stakeholder di Kotim agar bisa memberikan punishment bagi pelaku Karhutla,” terangnya, Rabu (27/9).

Hal ini, lanjutnya, untuk menjadi efek jera bagi pelakunya “Kami menghimbau agar masyarakat yang memiliki lahan agar tidak membakar lahan di musim asap ini, agar tidak lebih memperparah karhutla,” ungkapnya

Disisi lain, tambahnya, apresiasi kepada rekan-rekan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim selaku koordinator penanganan Karhutla dan semua stakeholder yang terlibat khususnya Masyarakat Peduli Api (MPA) yang selama ini bahu membahu dalam penanganan Karhutla di Kotim.

“Kami melihat penanganan Karhutla selama ini kami menilai sudah on the track, dengan melibatkan semua unsur sumber yang ada di Kotim. Bahkan kita sudah meminta bantuan BNPB dengan menurunkan helikopter water bombing untuk menjangkau daerah yang sulit terjangkau dengan jalan darat,” tandas pria yang biasa disapa Eko ini.

Dari info dari BPBD Kotim, kata Eko, sudah juga melakukan upaya pemantauan dan pemantauan dengan alat drone.

“Sebagai renungan bahwa yang menghirup asap Karhutla ini bisa jadi itu anak-anak kita, cucu-cucu kita sendiri yang berakibat buruk pada kesehatannya,” pungkasnya. //

(KBC/007)

pesona haka kalibata