IMG-20260104-WA0005

5 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sampit Melakukan Program Pendidikan Ekoliterasi Untuk Masyarakat Bantaran Sungai Mentaya

SAMPIT, KBC – Membanggakan, 5 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sampit yang terdiri dari Ahmad Fajarullah, Risda Afiatma, Dania Noviana, M.Jumawan, dan Sunainatul Ramadhani dengan dosen pendamping Dr. Gita Anggraini, M.Pd.I. lolos program kreativitas mahasiswa Kemendikbud ristek. Tim ini Mengusung tema tentang Pendidikan Ekoliterasi Bagi Masyarakat Bantaran Sungai Mentaya untuk Mengurangi Risiko Konflik Manusia dengan Buaya.

Gita Anggraini, selaku dosen pendamping pkm ini mengatakan jika ide itu terlintas ketika dirinya dan para mahasiswa membuat video tentang penyebab konflik buaya manusia di aliran sungai Mentaya pada tahun 2022 lalu. Ternyata Salah satu penyebab konflik adalah kerusakan lingkungan salah satunya adalah masalah sampah. Sehingga perlu dilakukan pendidikan ekoliterasi bagi masyarakat agar lebih mengetahui tentang isu-isu lingkungan dan sampah.

Kegiatan pendidikan ekoliterasi Mentaya ini memiliki tujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan sungai, meningkatkan kesadaran serta membuka pemikiran masyarakat tentang lingkungan, hingga mendorong untuk melakukan Ekoliterasi lebih besar dan masif.

Menurut Ahmad Fajarullah selaku ketua tim kegiatan ini dipusatkan di Baamang tengah RT 09. Kegiatan diikuti oleh 30 orang warga yang terdiri dari anak-anak sampai dewasa. Metode yang digunakan dalam pendidikan ekoliterasi meliputi ceramah, diskusi, brainstorming, praktik, dan kerja bakti untuk membersihkan sampah di bantaran sungai. Selain itu dalam kegiatan ini diadakan praktek daur ulang sampah menjadi barang yang berguna. Kegiatan ini berlangsung setiap hari rabu dari bulan juni sampai dengan Oktober 2023 di rumah Ketua RT. 09 Baamang Tengah

Ketua RT. 09 Baamang Tengah sangat antusias dengan program ini. Ia mengatakan bahwa program ini sejalan dengan visi misi RTnya untuk memiliki lingkungan yang bersih dan sehat. Melalui program ini masyarakat dapat memahami dan memiliki kesadaran terhadap kondisi lingkungan yang bersih. Oleh sebab itu saya sangat mendukung program pendidikan ekoliterasi yang dilakukan adik-adik mahasiswa UMSA. Rental mobil bandung

Kegiatan ini memiliki manfaat yang positif bagi peserta, seperti yang disampaikan oleh Agus Irwanto, “Kami Sangat senang karena sekarang anak muda dan masyarakat di lingkungan kami dapat lebih sadar tentang krisis sampah. Selain itu kegiatan ini dapat mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan”. //

(KBC/001) 

pesona haka kalibata