Orangutan Rusak Kebun, Warga Bagendang Lapor ke BKSDA Resort Sampit

FOTO - Penampakan dua ekor orangutan di Bagendang Hilir, MHU Kotim.

SAMPIT, – Kemunculan orangutan di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU) Kotawaringin Timur dikeluhkan warga setempat. Sebab itulah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit menijau lokasi tersebut, Rabu 09 Oktober 2024.

“Tindak lanjut dari laporan warga di hari Selasa siang tentang kemunculan orangutan, maka pada hari Rabu tanggal 09 Oktober 2024, petugas BKSDA Resort Sampit melakukan observasi lokasi kemunculan dan gangguan Orangutan di kebun kelapa sawit milik warga atas nama H.Agus,” terang Kepala BKSDA Resort Sampit, H. Muriansyah.

Disampaikan Muriansyah, saat observasi tersebut orangutan tidak ditemukan. “Keterangan pelapor, orangutan berjumlah dua individu yaitu induk dan anak,” lanjutnya.

Kerusakan akibat gangguan orangutan.

Bersama pelapor, petugas melakukan penyisiran dan menemukan sarang kelas 1 sebanyak 3 buah. Sarang kelas 2 sebanyak 5 buah. Sarang kelas 3 sebanyak 3 buah. “Lokasi keberadaan orangutan merupakan kebun kelapa sawit yang tidak terurus yang sudah di tumbuhi semak belukar dan pepohonan,” ungkapnya.

Luas kebun tersebut sekitar sekitar 3,5 Ha.
Lokasi kebun yang tidak terurus tersebut berada di samping kebun pak H.Agus.

“Di kebun Pak Agus, petugas menemukan ratusan batang pokok sawit yang sudah rusak umbutnya. Luas kebun kelapa sawit Pak Agus sekitar 3,5 Ha,” terang Muriansyah.

Petugas dan pelapor juga menyisir di bagian kebun milik warga Purba, lokasinya berdekatan den kebun Pak Agus. “Di kebun Pak Purba, orangutan juga merusak dan memakan umbut sawit yang baru ditanam. Orangutan tetap tidak ditemukan,” sebutnya.

Petugas lalu memberikan pengarahan agar segera melapor apabila orangutan terlihat lagi . Petugas juga menjelaskan perilaku orangutan pada Pak Agus dan Pak Purba. // (KBC/007)

pesona haka kalibata