SAMPIT – Kreativitas dan inovasi menjadi motor penggerak penting dalam meningkatkan efisiensi kerja di lingkungan pemerintahan. Pemerintah, melalui berbagai program seperti riset, inovasi, dan pendidikan kompetensi manajerial (PKP, PKA, PKN), terus mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghasilkan solusi out of the box guna menjawab tantangan tugas sehari-hari. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya forum paparan dan diskusi inovasi pada Rabu, 15 Januari 2025 lalu, di Ruang Anggrek Tewu, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Acara ini menampilkan inovasi karya Yephi Hartady, ST, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Kotawaringin Timur, berupa SI PeBeJe (Sistem Informasi Pengadaan Berbasis Jejaring). Inovasi ini merupakan prototipe digitalisasi tata kelola pengadaan barang/jasa yang membawa perubahan signifikan dalam proses PBJ (Pengadaan Barang/Jasa). SI PeBeJe dirancang untuk melengkapi kekurangan yang belum mampu diakomodasi oleh sistem nasional seperti LPSE dan e-Katalog.
Yephi Hartady menjelaskan bahwa SI PeBeJe tidak hanya menjadi aplikasi rutin, tetapi juga alat penyelesaian masalah (problem solver). Beberapa fitur utamanya adalah:
Integrasi Tahapan PBJ: Proses PBJ yang terdiri dari lima tahapan dibuat lebih tertib dan mengalir dalam satu platform.
Fleksibilitas Penugasan Pejabat Pengadaan: Petugas UKPBJ dapat mengelola PBJ di berbagai unit kerja untuk memperluas wawasan, sementara SKPD dapat menugaskan banyak petugas UKPBJ sekaligus untuk paket pekerjaan yang kompleks.
Multitools Application: SI PeBeJe dirancang untuk menjadi aplikasi yang serbaguna dengan beragam fitur yang mendukung peningkatan kinerja ASN.
Fitur unggulan lainnya yang masih dalam tahap perintisan adalah E-Marketplace Desa yaitu mewujudkan platform belanja digital untuk desa dan pemerintah daerah melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Penilaian ASN yang Komprehensif: SI PeBeJe mencakup fitur EKin untuk menilai kinerja ASN secara kompleks, termasuk talenta seperti kemampuan berinisiatif.
Manajemen Beban Kerja: Aplikasi ini memastikan distribusi tugas yang merata, mencegah beban kerja berlebihan atau kekurangan tugas pada ASN.
Forum Diskusi dan Masukan
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga wadah untuk menjaring masukan dari berbagai pihak, termasuk bidang riset, inovasi daerah, serta perwakilan SKPD. Para peserta memberikan ide-ide segar yang akan dijadikan bahan pengembangan SI PeBeJe pada 2025.
Dalam sambutannya, Yephi Hartady menyatakan bahwa inovasi yang baik adalah inovasi yang terus berkembang. Meski terkendala oleh minimnya anggaran, ia optimis bahwa SI PeBeJe dapat menjadi model pengelolaan PBJ yang dapat direplikasi oleh unit kerja lain di Indonesia. Selain itu, ia mengajak ASN untuk tidak takut menghadapi kritik, karena kritik adalah kunci menuju perbaikan inovasi.
Acara ini dilaksanakan, prinsipnya secara umum memiliki tujuan : Memperkenalkan SI PeBeJe sebagai inovasi pengelolaan PBJ.
Memberikan gambaran kepada calon pengguna aplikasi, membuka diskusi untuk menjaring masukan pengembangan aplikasi, menjajaki potensi replikasi atau modifikasi inovasi untuk SKPD lain dana terakhir untuk memberikan inspirasi bagi lahirnya inovasi-inovasi baru.
Acara ini sekaligus membuktikan bahwa inovasi di dunia pemerintahan bukanlah hal tabu, melainkan bagian dari upaya menciptakan solusi yang lebih efektif dan efisien bagi pelayanan publik. // (007)














