Warga Desa Kandan Resah Saat 3 Orangutan Rusak Kebun, BKSDA Sampit Turun ke Lokasi

FOTO - Petugas BKSDA Resort Sampit saat observasi lokasi kemunculan dan gangguan orangutan di kebun milik warga di areal transmigrasi Desa Kandan.

SAMPITSedikitnya tiga hewan primata asli Pulau Kalimantan yaitu Orangutan kedapatan merusak tanaman di kebun warga Desa Kandan Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur, beberapa hari lalu. Terkait hal tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit turun ke lokasi, Minggu 09 Februari 2025.

FOTO – Kegiatan observasi BKSDA Resort Sampit.

Komandan BKSDA Resort Sampit, H. Muriahsyah mengungkapkan, pihaknya melakukan kegiatan observasi lokasi kemunculan dan gangguan orangutan di kebun milik warga di areal transmigrasi Desa Kandan, Kecamatan Kotabesi

“Kami menemui pelapor yaitu Pak Jarwono dan anaknya. Didapat informasi, Orangutan total berjumlah tiga individu. Terlihat di kebun tiga hari yang lalu. Tidak ada merusak maupun memakan umbut sawit milik mereka. Karena pokok sawitnya sudah besar. Memakan tanaman sawit yang baru tanam milik tetangga samping kebunnya,” ungkap Muriahsyah.

Disampaikannya, akses ke lokasi cukup sulit. Pasalnya, .harus menggunakan mobil maupun motor motor, dan dilanjutkan berjalan kaki dgn memutari kebun milik warga. “Saat di sana, Orangutan tidak ditemukan dan hanya menemukan lima buah sarang yang kondisinya sudah cukup lama,” lanjutnya.

Vegetasi dominan di sana semak belukar, kelapa sawit dan karet. “Petugas memberikan pengarahan pada Pak Jarwono dan keluarganya terkait perilaku Orangutan,” pungkasnya. //

Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.

pesona haka kalibata