SAMPIT – Dalam upaya melestarikan permainan tradisional Balogo sekaligus mengurangi efek kecanduan gadget pada anak-anak, siswa-siswi SDN 4 Ketapang melakukan kunjungan edukatif ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa 18 Maret 2025.

Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Bidang Kesenian, Tradisi Budaya, dan Warisan, Achmad Syantri, S. Sos., M.A.P., yang mengapresiasi inisiatif sekolah dalam menjaga warisan budaya daerah.
Permainan Balogo, yang merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal, kini semakin jarang dimainkan oleh anak-anak di era digital. Oleh karena itu, kunjungan ini bertujuan untuk menanamkan kembali kecintaan terhadap permainan tradisional serta memperkenalkannya sebagai alternatif kegiatan positif bagi siswa. Dalam kesempatan tersebut, Achmad Syantri menjelaskan bahwa Balogo tidak hanya dimainkan sebagai hiburan, tetapi juga dilombakan dalam salah satu event tahunan daerah, yakni event Isen Mulang.
“Kami sangat mengapresiasi semangat siswa-siswi SDN 4 Ketapang yang ingin melestarikan permainan Balogo. Ini adalah langkah penting dalam menjaga budaya kita agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Achmad Syantri.
Kegiatan ini didampingi oleh para guru pendamping, yaitu Mutia Lestari, S. Pd., dan Nina, S. Pd., yang turut mendukung penuh inisiatif siswa dalam memahami dan memainkan Balogo. Siswa-siswi yang hadir, adalah Nafisa, Hakil, Rizki, Rere, Hana, dan Dafa, tampak sangat antusias. Mereka dengan penuh semangat bertanya tentang sejarah, aturan, dan teknik bermain Balogo, menunjukkan ketertarikan besar terhadap permainan tradisional ini.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan permainan Balogo dapat kembali populer di kalangan anak-anak dan menjadi bagian dari aktivitas keseharian mereka, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gadget. SDN 4 Ketapang berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan yang memperkaya wawasan budaya siswa serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan leluhur.// (007)














