BUNTOK – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Barito Selatan melaporkan adanya gangguan tanam tumbuh pada sejumlah lahan pertanian, yang diduga disebabkan oleh genangan lumpur meskipun tidak terjadi hujan di wilayah tersebut.
Fenomena ini terpantau di beberapa kawasan pertanian produktif dan menimbulkan kekhawatiran petani, karena tanaman padi dan hortikultura menunjukkan gejala stres fisiologis, seperti daun menguning, pertumbuhan terhambat, hingga ancaman gagal panen.
Kepala DKPP Barito Selatan menjelaskan bahwa pihaknya sudah menurunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan di lapangan serta mengambil sampel tanah guna mengetahui penyebab pasti.
“Meskipun tidak ada curah hujan signifikan, lahan pertanian tergenang lumpur. Hal ini jelas mengganggu pertumbuhan tanaman. Kami sedang meneliti faktor penyebab, apakah karena kondisi tanah, tata kelola irigasi, atau adanya faktor lain,” ujarnya.
Sebagai langkah cepat, DKPP bekerja sama dengan kelompok tani setempat melakukan pengeringan lahan darurat menggunakan pompa air, serta mengatur ulang saluran irigasi agar lumpur tidak semakin meluas. Pemerintah daerah juga menyiapkan program bantuan bibit cadangan dan pupuk khusus untuk petani terdampak.
Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, meminta agar penanganan dilakukan secara serius dan terpadu, mengingat pertanian merupakan salah satu sektor penopang utama perekonomian daerah. Ia juga menegaskan Pemkab akan mendampingi petani hingga kondisi tanam kembali normal.
Gangguan ini menjadi perhatian serius Pemkab Barsel, karena jika tidak ditangani segera, dapat mempengaruhi produksi pangan daerah pada musim tanam 2025.
Pemkab melalui DKPP berkomitmen melakukan mitigasi jangka pendek dan jangka panjang, termasuk memperkuat sistem irigasi dan pengelolaan lahan berkelanjutan. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.
















