Antusiasme Memuncak di Festival Teras Bahasa Budaya: Lomba Senam Kreasi, Baca Puisi, dan Tari Kreasi Meriahkan Lanjutan Bulan Bahasa 2025

FOTO - Peserta Tari Kreasi Remaja saat foto bersama dalam kegiatan Bulan Bahasa 2025.

SAMPIT – Semarak peringatan Bulan Bahasa Tahun 2025 di Kabupaten Kotawaringin Timur kembali memuncak dengan pelaksanaan hari kedua Festival Teras Bahasa Budaya. Berbagai perlombaan yang menonjolkan kreativitas dan kecintaan terhadap bahasa serta budaya digelar Sabtu, 18 Oktober 2025, sebagai kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sebelumnya.

Festival yang diinisiasi oleh komunitas guru bahasa Indonesia SMK yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMK Bina Mekar Kabupaten Kotawaringin Timur ini berhasil menyedot perhatian dan antusiasme tinggi, baik dari kalangan pendidik maupun pelajar.

FOTO – Peserta senam kreasi guru saat tampil dalam kegiatan Bulan Bahasa 2025.

Tiga mata lomba utama menjadi sorotan hari ini, yaitu Lomba Senam Kreasi Guru, Lomba Baca Puisi Tingkat SMP/MTS/Sederajat, dan Lomba Tari Kreasi Anak dan Remaja.

Lomba Senam Kreasi Guru diikuti oleh empat sekolah menunjukkan sisi lain para pendidik yang tak hanya cakap di ruang kelas, tetapi juga energik dan kreatif di atas panggung. Dengan iringan musik yang beragam, peserta menampilkan koreografi senam kreasi yang unik dan penuh semangat. Ajang ini menjadi pelepas penat sekaligus wadah silaturahmi dan unjuk kekompakan di antara para guru di Kotawaringin Timur.

Di sesi Lomba Baca Puisi, suasana panggung berubah menjadi khidmat. Sebanyak enam belas Siswa-siswi SMP/MTS/Sederajat menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menafsirkan dan membawakan bait-bait puisi. Dengan penghayatan mendalam dan artikulasi yang jelas, para peserta sukses menyihir penonton dengan kekuatan kata-kata, membuktikan bahwa semangat sastra tetap menyala di kalangan generasi muda.

Tak kalah menarik, 24 peserta Lomba Tari Kreasi Anak dan Remaja menampilkan harmonisasi gerak dan musik yang memukau. Dengan balutan kostum yang menarik, para penari belia dan remaja menyajikan kreasi tari yang memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern. Lomba ini tidak hanya menguji kelincahan fisik, tetapi juga pemahaman peserta dalam mengekspresikan nilai-nilai budaya melalui seni gerak.

Ektrajaya, S.Pd. selaku ketua panitia pelaksana menyampaikan rasa bangganya atas tingginya partisipasi. “Kami sangat bersyukur acara lanjutan ini berjalan sukses dan meriah. Antusiasme para guru dan pelajar membuktikan bahwa kecintaan terhadap bahasa dan budaya Indonesia sangat besar. Kegiatan ini adalah upaya kami untuk terus memupuk dan melestarikan kekayaan bangsa melalui ajang yang kreatif dan kompetitif,” ujarnya.

Rangkaian Festival Teras Bahasa Budaya ini dijadwalkan akan ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah bagi seluruh mata lomba yang telah dilaksanakan sejak hari pertama pada Minggu, 19 Oktober 2025. Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang konsisten dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda.// (KCB/007)

 

pesona haka kalibata