PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya diminta memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan guru, khususnya yang bertugas di wilayah pinggiran dan daerah terpencil, guna mendorong pemerataan kualitas pendidikan.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi. Ia menegaskan, pemerataan pendidikan tidak akan tercapai tanpa dukungan nyata bagi para guru yang menghadapi keterbatasan akses dan sarana transportasi.
“Guru yang mengabdi di wilayah pinggiran dan terpencil menghadapi tantangan lebih berat, terutama dari sisi akses transportasi dan biaya operasional. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kota,” ujarnya, Senin (5/1).
Menurutnya, Pemko Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan perlu menghadirkan kebijakan konkret, salah satunya dengan menyediakan kendaraan operasional, termasuk perahu bermesin atau klotok, bagi guru yang harus menempuh jalur sungai menuju sekolah.
“Untuk wilayah yang hanya bisa diakses melalui jalur air, bantuan klotok sangat dibutuhkan. Ini bukan soal fasilitas, tetapi keberlanjutan proses belajar mengajar,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya kompensasi bahan bakar minyak (BBM) bagi guru yang menempuh perjalanan darat ke sekolah di daerah pinggiran. Biaya transportasi, kata dia, kerap menjadi beban tambahan yang cukup besar.
“Kami berharap ada kompensasi BBM atau insentif perjalanan agar guru tidak terbebani secara ekonomi hanya untuk menjalankan tugasnya,” katanya.
Lebih lanjut, DPRD Kota Palangka Raya juga meminta pemerintah secara berkelanjutan meningkatkan kesejahteraan guru melalui tambahan tunjangan atau insentif, sekaligus menata ulang distribusi tenaga pendidik agar tidak terjadi penumpukan di wilayah perkotaan.
“Distribusi guru harus lebih merata. Perpindahan dari daerah terpencil ke pusat kota perlu dibatasi agar sekolah di pinggiran tidak kekurangan tenaga pendidik,” tambah politisi PAN tersebut.
Ia menegaskan, DPRD Kota Palangka Raya akan terus mendorong pemerintah kota agar konsisten memperhatikan kesetaraan fasilitas, sarana, dan prasarana pendidikan antara sekolah di pusat kota dan wilayah pinggiran. //
Ikuti Kaltengbicara.com di Google News untuk dapatkan informasi lainnya.














